Tarunakota, Jakarta– Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya penyebaran hantavirus yang mewabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Mengingat tingkat bahaya virus ini yang dapat menyebabkan kematian, Yahya meminta pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah Indonesia segera diperketat. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah masuknya patogen berbahaya tersebut ke tanah air melalui mobilitas penumpang internasional, baik warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI).

Yahya menekankan perlunya sistem skrining yang lebih ketat dan menyeluruh sebagai filter utama di bandara maupun pelabuhan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh lengah meski saat ini penyebaran virus dilaporkan masih terbatas di lingkup kapal pesiar. Selain pengetatan di perbatasan, politikus Golkar ini juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan di pusat maupun daerah, termasuk ketersediaan perangkat tes PCR untuk deteksi dini sebagai langkah antisipasi yang konkret.

Selain aspek pengawasan fisik, DPR mendorong pemerintah untuk masif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya hantavirus. Meskipun saat ini situasi masih terkendali, langkah pencegahan dini dianggap sebagai proteksi terbaik untuk melindungi masyarakat dari potensi wabah. Yahya menilai pemahaman masyarakat mengenai cara penularan dan gejala virus sangat penting agar tidak terjadi kepanikan jika sewaktu-waktu ditemukan kasus di Indonesia.

Senada dengan DPR, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah memperkuat sistem skrining nasional. Hingga saat ini, dilaporkan terdapat delapan orang yang diduga tertular di kapal MV Hondius, dengan tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kemenkes pun telah bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna mendapatkan pedoman teknis terkait penanganan dan deteksi dini virus yang tergolong berbahaya tersebut.

Berdasarkan hasil koordinasi sementara, Menkes menyebut bahwa penyebaran virus masih terkonsentrasi di dalam kapal pesiar tersebut dan belum menunjukkan indikasi meluas ke wilayah daratan lainnya. Kendati demikian, pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi global guna mengambil langkah-langkah darurat jika diperlukan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan mampu membentengi Indonesia dari ancaman krisis kesehatan baru di tengah dinamika mobilitas global.