Tarunakota, Jakarta– Sebanyak 15 Perwira Pertama (Pama) TNI Angkatan Udara mengikuti kegiatan Air Intelligence Mobile Training Team (MTT) TA 2026 guna mempertajam kemampuan dalam menganalisis foto udara. Kegiatan yang berlangsung pada 5-6 Mei 2026 di Jakarta ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara TNI AU dengan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF). Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Intelijen (Asintel) KSAU, Marsda TNI Jatmiko Adi, yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam penyelenggaraan intelijen udara modern.

Dalam sambutannya, Marsda TNI Jatmiko Adi menegaskan bahwa penggunaan teknologi mutakhir seperti satelit, pesawat tanpa awak (drone), hingga balon udara berkemampuan Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) kini menjadi pilar penting intelijen. Namun, ia menekankan bahwa kecanggihan platform ISR yang dimiliki TNI AU harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia. Personel TNI AU dituntut memiliki kompetensi tinggi sebagai interpreter atau analis foto udara agar data yang diperoleh dapat diolah menjadi informasi intelijen yang akurat.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemahiran para peserta dalam mengumpulkan data kritis, mulai dari informasi cuaca, kondisi medan musuh, hingga karakteristik wilayah operasi. Informasi-informasi tersebut sangat vital dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan strategis di lingkungan TNI Angkatan Udara. Peningkatan kapabilitas personel analis foto udara ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang TNI AU dalam memodernisasi kekuatan intelijen udaranya.

Senada dengan hal tersebut, Director of Air Intelligence, Air Warfare Centre RAAF, Group Captain David Brown, menyambut baik kerja sama ini sebagai peluang emas untuk saling berbagi ide dan meningkatkan kapabilitas intelijen kedua negara. Menurut Brown, intelijen udara yang efektif adalah penggerak utama bagi keberhasilan setiap operasi udara. Sinergi antara TNI AU dan RAAF dalam pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral serta stabilitas keamanan di kawasan.

Penutupan rangkaian kegiatan ini menandai langkah maju TNI AU dalam memperkuat lini intelijen mereka melalui kemitraan internasional. Dengan kemampuan analisis foto udara yang lebih tajam, para perwira diharapkan siap menghadapi tantangan peperangan modern yang berbasis data dan informasi digital. Kegiatan ini juga menegaskan posisi TNI AU yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi kedirgantaraan dunia guna menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.