TarunaKota.com, Halmahera Utara – Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., bergerak cepat memimpin langsung operasi kemanusiaan dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026). Didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Pangdam tiba di lokasi untuk memastikan proses pencarian dan penyelamatan berjalan optimal. Kehadiran pimpinan tertinggi TNI di wilayah Maluku Utara ini sekaligus memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD dalam menangani situasi darurat di kawasan terdampak vulkanik tersebut.

Berdasarkan laporan terkini dari Dandim 1508/Tobelo, terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi hebat terjadi. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 18 orang, dengan rincian 17 pendaki ditemukan selamat dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tim gabungan masih bekerja ekstra keras di lapangan untuk mencari keberadaan dua orang warga negara asing (WNA) yang dilaporkan masih terjebak di jalur pendakian.

Suasana haru menyelimuti kunjungan Pangdam saat meninjau jenazah salah satu korban meninggal dunia di RSUD Tobelo, seorang perempuan berusia 29 tahun yang merupakan pegawai Pertamina Ternate. Pangdam menyampaikan duka mendalam dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain meninjau aspek medis dan evakuasi, Mayjen TNI Dody Triwinarto juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga sekitar yang terdampak erupsi sebagai wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap peringatan dini dan rekomendasi dari petugas pemantau gunung api. Ia menekankan bahwa ketika status gunung meningkat dan tanda bahaya sudah muncul, seluruh aktivitas pendakian harus dihentikan tanpa kecuali. Ke depan, Pangdam meminta adanya pengetatan koordinasi antara petugas pos pemantau, perangkat desa, dan masyarakat setempat agar jalur pendakian dapat diawasi lebih ketat guna mencegah terulangnya insiden tragis serupa.

Pangdam XV/Pattimura juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang tidak kenal lelah menyisir medan berat sepanjang 11,2 kilometer demi misi penyelamatan ini. Sinergi yang kuat antara Kodam XV/Pattimura, Polda Maluku Utara, Pemerintah Daerah, dan para relawan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam merespon cepat bencana alam. Operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, dengan tetap memprioritaskan keamanan para petugas di zona rawan.