Tarunakota, Semarang– Sebanyak 190 peserta menjalani tes pemeriksaan kesehatan dalam rangkaian seleksi tahap I gelombang kedua calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat Jawa Tengah. Pelaksanaan tes kesehatan ini dipusatkan di Klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah, Semarang, pada Rabu. Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Latif Usman, turun langsung ke lokasi untuk mengecek jalannya pemeriksaan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Dalam kunjungannya tersebut, Wakapolda menegaskan bahwa Polda Jawa Tengah memiliki komitmen kuat untuk menyelenggarakan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Langkah ini dilakukan untuk menjaring calon-calon perwira terbaik yang benar-benar kompeten secara fisik maupun mental. “Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan terbuka,” tegas Brigjen Latif Usman saat meninjau langsung kesiapan personel medis dan fasilitas pemeriksaan di lokasi.
Brigjen Latif juga memberikan jaminan bahwa tidak akan ada ruang bagi praktik kecurangan atau intervensi dalam proses rekrutmen ini. Ia menekankan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kualifikasi individu masing-masing tanpa adanya bantuan dari pihak luar. Menurutnya, transparansi merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri, sehingga keabsahan setiap tahapan harus dijaga ketat.
Tidak hanya meninjau jalannya pemeriksaan, Wakapolda juga memantau langsung proses pengumuman hasil tes kesehatan yang disampaikan segera setelah pemeriksaan berakhir. Sistem one day service ini diterapkan agar peserta mendapatkan kepastian secara cepat tanpa ada celah manipulasi data di kemudian hari. “Hasil pemeriksaan kesehatan langsung diterima oleh peserta sebagai bagian dari proses yang transparan dan akuntabel,” katanya lagi.
Menutup arahannya, Wakapolda Jateng memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar tetap fokus dan optimis dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Ia mengingatkan para calon taruna untuk tidak mudah tergiur oleh janji-janji pihak yang mengatasnamakan panitia seleksi. Ia mengimbau seluruh peserta seleksi calon taruna mempercayai kemampuannya sendiri dan jangan terpengaruh pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan