TarunaKota, Kupang, 18 Februari 2026 – Inovasi produk kelautan karya taruna dan taruni SMK Maritim Nusantara kini mulai menunjukkan taringnya. Produk abon ikan hasil olahan siswa sekolah vokasi pusat keunggulan ini berhasil merambah pasar di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dari Sumba Timur, Kabupaten Kupang, hingga Kota Kupang.
Sejak diluncurkan pada Januari lalu, permintaan pasar terus meroket. Saat ini, para siswa mampu memproduksi hingga 100 kilogram abon ikan setiap pekan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus meningkat.
Dilirik Program Makan Bergizi Gratis
Kualitas dan kepraktisan abon ikan hasil karya siswa ini menarik perhatian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Produk ini diproyeksikan menjadi salah satu komponen menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya saat memasuki bulan suci Ramadan yang identik dengan kebutuhan lauk kering yang tahan lama.
Guru mentor program vokasi, Dionesia Bue, mengungkapkan bahwa tren positif pasar ini membuat pihak sekolah menjaga ritme produksi secara rutin. Menurutnya, keterlibatan aktif siswa dalam seluruh rantai produksi merupakan inti dari pembelajaran ini.
“Meningkatnya minat pasar membuat produksi dilakukan secara rutin setiap minggu. Bahkan, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai melirik produk tersebut untuk dijadikan salah satu menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama menjelang bulan Ramadhan yang cenderung menggunakan menu makanan kering,” jelas Dionesia.
Mencetak Wirausaha Maritim Masa Depan
Seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku ikan segar, pengolahan, hingga pengemasan akhir, dilakukan sepenuhnya oleh para taruna dan taruni. Langkah ini menjadi simulasi nyata dunia kerja bagi siswa jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan.
Program ini didukung penuh secara permodalan oleh Yayasan Maritim Flobamora Nusantara. Pihak sekolah memiliki visi besar agar lulusannya tidak sekadar menjadi pelaut yang terampil di samudera, namun juga mampu menjadi pengusaha (entrepreneur) yang menguasai hilirisasi hasil laut.
Keuntungan dari penjualan produk ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik serta pengembangan berbagai kegiatan kreativitas siswa di lingkungan sekolah. Melalui inovasi ini, SMK Maritim Nusantara terbukti mampu memperkuat ekosistem UMKM berbasis maritim di wilayah NTT.

Tinggalkan Balasan