TarunaKota.com, Jambi – Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. H. Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kota Jambi untuk meninjau langsung progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (5/6/2026). Saat ini, realisasi fisik proyek infrastruktur pendidikan tersebut dilaporkan telah mencapai 70 persen.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini optimis bahwa proyek kolaboratif tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sebelum tahun ajaran baru bergulir.
“Sesuai rencana, target akhir Juni sudah selesai. Sekarang progresnya sudah mencapai 70 persen,” ujar Saifullah Yusuf kepada awak media di lokasi peninjauan.
Ia juga menambahkan bahwa kelancaran pembangunan ini tidak lepas dari koordinasi yang solid serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), beserta jajaran instansi terkait.
Fasilitas Komprehensif dan Kuota Berkelanjutan
Sekolah Rakyat ini dirancang secara khusus untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga rentan dan paling tidak mampu di Kota Jambi. Bangunan ini nantinya akan menyediakan sarana belajar mengajar yang komplet, meliputi:
- Ruang laboratorium dan perpustakaan modern.
- Kompleks asrama khusus untuk siswa dan guru pendamping.
- Fasilitas olahraga serta ruang pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.
Sebagai program persembahan dari Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sosial akan menerapkan penyaringan data calon siswa secara ketat yang diverifikasi langsung oleh kepala daerah setempat.
Pada tahun pertama, sekolah ditargetkan menjangkau 300 siswa baru (masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA). Skema rekrutmen ini akan terus berjalan hingga mencapai kapasitas penuh operasional, yakni 1.000 siswa dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Rekrutmen Ribuan Tenaga Pendidik & Komitmen Pemkot Jambi
Guna mendukung operasional sekolah berasrama berskala besar ini, pemerintah tengah menggelar rekrutmen sumber daya manusia secara masif.
“Tahun ini kita merekrut lebih dari 5.000 guru. Kemudian juga ada beberapa ribu lagi posisi untuk wali asrama serta wali asuh. Semuanya saat ini masih dalam proses seleksi,” ungkap Mensos.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa program ini jatuh ke tangan yang tepat. Pihak Pemkot Jambi direncanakan akan turun langsung melakukan verifikasi faktual (door-to-door) ke tempat tinggal para calon siswa.
Maulana memaparkan bahwa jika seluruh kelas (SD kelas 1–6, SMP kelas 1–3, dan SMA kelas 1–3) sudah beroperasi penuh, kapasitas tampung maksimal asrama dapat mencapai 1.080 siswa.
”Saat ini proses belajar mengajar sementara waktu masih berjalan di kampus Alyatama. Kita doakan mudah-mudahan semua lancar. Setelah pembangunan gedung ini rampung, akses jalan di sekitar kawasan juga akan langsung kami perbaiki karena saat ini mobilitasnya masih padat oleh alat berat,” pungkas Maulana. (Amel)

Tinggalkan Balasan