Tarunakota, 26 Maret 2026, Jakarta – Menghadapi tantangan hukum modern yang kian kompleks, TNI terus memperkuat profesionalismenya melalui integrasi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini tercermin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kolaboratif antara Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI dan Komnas HAM yang digelar di Aula Babinkum TNI, Cilangkap, pada 4-5 Februari 2026.

Kegiatan strategis ini mengusung misi besar: menumbuhkan pemahaman utuh tentang HAM sebagai sarana pencegahan pelanggaran dalam tugas sehari-hari. Sosok Roni Giandono dari Komnas HAM menegaskan bahwa Babinkum TNI adalah garda terdepan dalam pembinaan hukum yang preventif maupun korektif.

“Babinkum TNI bekerja sinergis dengan Komnas HAM untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi dalam setiap operasi militer,” ujar Roni.

Dalam sesi pendalaman, Letkol Chk Fadhillah membedah kaitan erat hukum humaniter dan HAM melalui tiga pilar utama: Keadilan, Kemanusiaan, dan Akuntabilitas. Ia menekankan bahwa kekuatan militer harus selalu berjalan selaras dengan tanggung jawab kemanusiaan, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Menjadi prajurit hebat bukan hanya tentang kemampuan bertempur, tetapi tentang menjunjung tinggi martabat manusia di setiap tindakan,” tegas Letkol Fadhillah. Sinergi ini diharapkan memperkuat legitimasi TNI sebagai penjaga kedaulatan yang dicintai dan dipercaya rakyat.