TarunaKota, Bogor, 2 Februari 2026 – Kabar besar datang dari dunia perbankan pelat merah. Jajaran direksi bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dipastikan bakal mengalami restrukturisasi besar-besaran. Langkah ini diambil guna membenahi tata kelola BUMN agar lebih berpihak pada ekonomi rakyat kecil.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan bahwa Presiden telah memutuskan untuk mengganti seluruh jajaran direksi tersebut. Fokus utama dari perombakan ini adalah melibatkan figur dari generasi muda yang memiliki militansi dan integritas tinggi.

Fokus Kredit pada UMKM dan Benahi Birokrasi

Menurut Sjafrie, restrukturisasi ini dipicu oleh evaluasi terhadap kebijakan bank Himbara yang selama ini dinilai lebih condong memberikan prioritas kredit kepada pengusaha besar ketimbang pelaku usaha kecil.

“Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Karena itu Presiden memutuskan mengganti seluruh direksinya. Sudah disiapkan tata kelola baru untuk menertibkan BUMN,” ujar Sjafrie.

Pemerintah kini menerapkan metode talent scouting untuk menjaring pemimpin baru. Syarat utamanya bukan lagi kedekatan dengan lingkaran kekuasaan, melainkan kecintaan pada Tanah Air serta kombinasi kemampuan intelektual dan pengalaman praktis.

Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Di sisi lain, dinamika kepemimpinan sektor finansial juga terjadi di Bank Indonesia. Komisi XI DPR RI telah menyepakati penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil secara mufakat.

“Kesepakatan melalui musyawarah mufakat dan kemudian diputuskan dalam rapat internal Komisi XI bahwa yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas A.M. Djiwandono,” terang Misbakhun.

Lepas Atribut Partai

Meski dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto dan saat ini masih menjabat Wakil Menteri Keuangan, penunjukan Thomas dipastikan telah memenuhi prosedur hukum. Ketua DPP Gerindra, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa Thomas telah mengundurkan diri dari keanggotaan partai untuk menjaga independensi di Bank Indonesia.

“Iya, artinya sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai. Pada saat dicalonkan sudah memenuhi persyaratan,” tegas Prasetyo di Istana Kepresidenan.

Langkah-langkah strategis ini menandai era baru tata kelola keuangan nasional yang diharapkan lebih transparan, profesional, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.