TarunaKota, Jambi– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi Kota Jambi. Saat mendampingi Kepala BGN Prof. Dadan Hindayana (28/1/2026), Wali Kota Jambi Maulana memaparkan bahwa kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menyerap banyak tenaga kerja lokal. Maulana optimis, dengan target pengoperasian 76 dapur pada Juni mendatang, angka pengangguran di Kota Jambi akan menurun drastis.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa SPPG memang didesain untuk menghidupkan ekonomi daerah. Selain penyerapan staf dan akuntan, program ini mewajibkan pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan lokal. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal di masing-masing daerah.

“Kehadiran SPPG memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan lokal,” tegas Dadan Hindayana dalam rapat konsolidasi di Grha Siginjai.

Wali Kota Maulana menambahkan bahwa saat ini sebanyak 94 ribu warga Kota Jambi atau sekitar 34% populasi telah menerima manfaat MBG. Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus mendorong mitra MBG agar target pembangunan dapur tercapai tepat waktu. Sinergi ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menyiapkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami menargetkan di bulan Juni nanti seluruh SPPG sudah berjalan, sebanyak 76, sehingga penyerapan tenaga kerja maksimal,” ujar Maulana. Target ini dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap kualitas gizi yang diberikan kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan di Kota Jambi.