TarunaKota, Bandung – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan SMA Taruna Nusantara Kampus Magelang resmi memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi pada Rabu (18/2/2026). Bertempat di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pengembangan sumber daya manusia unggul Indonesia.
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., bersama Kepala SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayjen TNI M. Imam Gogor A.A., S.IP., M.Tr (Han).
Transformasi Akademik dan Kurikulum AI
Dalam sambutannya, Prof. Irwan Meilano memaparkan langkah besar ITB dalam melakukan transformasi kurikulum yang lebih integratif dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
“Kami melakukan perubahan menyeluruh pada kurikulum sarjana hingga pascasarjana. Fondasi kuat diberikan di tahun pertama melalui Tahap Persiapan Bersama (TPB), serta pengintegrasian kurikulum Kecerdasan Artifisial (AI) dengan berbagai bidang ilmu guna memperkuat kemampuan berpikir kritis mahasiswa,” jelas Prof. Irwan.
ITB kini juga menghadirkan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk mendesain jalur akademik mereka sendiri, termasuk melalui program fast track (integrasi sarjana dan magister) yang menjadi jalur normal dengan durasi magister hanya tiga semester.
Program Seleksi Siswa Unggul (SSU)
ITB juga memperkenalkan skema talent outreach melalui Seleksi Siswa Unggul (SSU) untuk menjaring talenta terbaik dari sekolah-sekolah unggul di Indonesia.
“Kami berharap Taruna Nusantara dapat menjadi bagian dari proses ini. Kolaborasi ini sangat penting untuk menghadirkan komposisi mahasiswa yang heterogen dan saling menguatkan karakter,” tambahnya.
Apresiasi SMA Taruna Nusantara
Senada dengan hal tersebut, Mayjen TNI M. Imam Gogor menyampaikan rasa bangganya atas terwujudnya kemitraan ini. Ia memandang ITB sebagai mitra strategis yang memiliki reputasi global untuk membimbing para siswa Taruna Nusantara melompat lebih tinggi.
“Kami melihat ITB bukan hanya sebagai tujuan bagi siswa kami, tetapi juga sebagai senior, mentor, dan mitra strategis dalam pengembangan keilmuan,” ungkap Mayjen TNI M. Imam Gogor.
Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung, tidak hanya dalam penerimaan mahasiswa, tetapi juga pengabdian masyarakat dan pengembangan kompetensi guru yang terus digalakkan oleh ITB.

Tinggalkan Balasan