Tarunakota, Jambi – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) secara resmi menggelar Rembug Petani Karet Jambi sebagai upaya strategis memperkuat konsolidasi dan masa depan perkebunan karet rakyat. Forum yang berlangsung pada Selasa (10/03/2026) ini menjadi ruang dialog penting yang mempertemukan petani, jajaran pemerintah, hingga pelaku industri pupuk dan manufaktur karet nasional. Langkah ini diambil untuk merespons dinamika pasar global serta memastikan keberlanjutan sektor karet yang menjadi tumpuan hidup jutaan warga di Provinsi Jambi.

Ketua Umum DPP Apkarindo, Irfan Ahmad Fauzi, memberikan apresiasi tinggi kepada para petani Jambi yang tetap loyal menjaga komoditas karet meski dihantam fluktuasi harga. Mengingat lebih dari 80 persen kebun karet nasional dikelola oleh rakyat, Irfan menegaskan bahwa penguatan sektor ini adalah kunci stabilitas ekonomi nasional. Apkarindo berkomitmen menjadi “rumah perjuangan” untuk menyuarakan aspirasi petani dalam melahirkan kebijakan tata niaga yang lebih adil dan transparan.

“Petani karet adalah tulang punggung industri karet Indonesia. Karena itu, setiap upaya penguatan sektor karet harus dimulai dari penguatan petaninya. Kami mendorong terciptanya tata niaga yang berpihak pada kesejahteraan petani agar hasil kerja keras mereka bernilai layak di pasar,” ujar Irfan Ahmad Fauzi dalam keterangan resminya.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pemangku kepentingan utama, di antaranya SVP Strategi Penjualan PT Pupuk Indonesia (Persero) Asep Saepul Muslim, Kasi Standardisasi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Elvi Rahmi, serta perwakilan Gapkindo dan jajaran Ditintelkam Polda Jambi. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret atas tantangan distribusi pupuk hingga standardisasi mutu karet yang sering menjadi kendala di tingkat akar rumput.

Rembug ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan gerakan petani karet Indonesia. Melalui forum ini, Apkarindo optimistis sinergi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pelaku industri dapat berjalan selaras. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan karet rakyat kembali menjadi sumber kesejahteraan yang kokoh bagi jutaan keluarga petani di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.