Tarunakota, Jambi – Sebuah insiden berdarah yang merenggut nyawa terjadi di RT 10 Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Senin (27/4/2026). Seorang pria bernama Indra Kusuma (39) dilaporkan tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah orang di rumahnya sendiri. Tragedi memilukan ini diduga kuat dipicu oleh persoalan sepele dan salah paham antar anak-anak yang berujung pada aksi kekerasan menggunakan senjata tajam oleh pihak pelaku.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, peristiwa bermula saat adik korban bermain di depan rumah pelaku dan meneriakkan kata “anjing” karena digonggong oleh hewan peliharaan. Namun, ibu pelaku diduga salah paham dan mengira ucapan tersebut ditujukan kepada anaknya. Situasi yang awalnya berupa perselisihan kecil tersebut dengan cepat memanas setelah pelaku datang bersama dua anggota keluarganya menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis mandau dan pisau.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri masuk ke dalam rumah, namun para pelaku tetap mengejar dan mengeroyok korban hingga mengalami luka tusuk serius di bagian pinggang dan punggung. Putra korban, Muhammad Perdi (21), yang berupaya melindungi ayahnya juga tak luput dari serangan. Perdi dilaporkan mengalami luka sabetan di bagian tangan, dada, dan kaki, sementara nyawa ayahnya tidak tertolong akibat luka-luka yang diderita.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa terdapat tiga orang yang melakukan penyerangan tersebut. Hingga saat ini, satu pelaku yang masih berstatus pelajar SMA berusia 17 tahun telah berhasil diamankan oleh aparat. Sementara itu, dua pelaku lainnya yang merupakan orang dewasa dan diduga merupakan paman dari remaja tersebut masih dalam pengejaran intensif oleh tim opsional Kepolisian Resor Kota Jambi.

Pantauan di tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan rumah korban telah dipasangi garis polisi dengan bercak darah yang masih terlihat di lantai. Saat ini, jenazah Indra Kusuma tengah menjalani proses autopsi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga korban kini berkumpul di rumah duka dan berharap agar para pelaku yang masih buron dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejam mereka di hadapan hukum.