TarunaKota, Padang, 20 Februari 2026 – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dari UKM Pramuka bersinergi dengan Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto untuk mendampingi warga terdampak banjir di Kecamatan Pauh, Kota Padang. Melalui program Salingka Kampus Bangkit (SAKABA), kolaborasi pemuda dan mahasiswa ini fokus pada pemulihan sektor pangan dan sosial di kawasan sekitar kampus.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek ini berlangsung dari 28 Januari hingga 30 Maret 2026, dengan target minimal 160 Jam Kegiatan Efektif Mahasiswa (JKEM).

Rumah Bibit dan Ketahanan Pangan

Mahasiswa dan warga membangun rumah bibit sayuran untuk 20 kepala keluarga (KK) anggota kelompok tani. Bibit cabai, seledri, selada, dan terung dikembangkan agar warga bisa bertani mandiri di lahan rumah masing-masing setelah lahan utama mereka terdampak banjir.

“Banjir kemarin menghancurkan sebagian lahan kami. Rumah bibit ini memberi harapan baru bagi anggota kelompok tani,” ujar Suherman.

Sinergi Karang Taruna untuk Sosial & Ekonomi

Peran Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto menjadi sangat krusial dalam keberhasilan program ini. Para pemuda lokal dilibatkan aktif dalam:

  • Penyediaan Air Bersih: Menjamin akses air layak bagi warga di hunian sementara (huntara) Kawasan Suku Tanjung.
  • Edukasi Kesehatan: Memberikan pemahaman pola hidup sehat pascabencana.
  • Ekonomi Ramadan: Menyiapkan unit usaha jualan menu khas Padang yang menyasar ribuan mahasiswa penghuni kos di wilayah tersebut.

Kampus dan Pemuda sebagai Agen Perubahan

Pembina Pramuka Unand, Dr. apt. Syofyan, M.Farm., mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda lokal ini. Menurutnya, sinergi ini memperkuat ketahanan komunitas yang adaptif terhadap bencana.

“Mahasiswa hadir sebagai agen perubahan. Bersama Karang Taruna, program ini memperkuat ketahanan sosial dan pangan sekaligus menegaskan peran kampus di lingkungan Salingka Kampus,” tegas Dr. Syofyan.