TarunaKota.com, Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kota Jambi, Jumat (05/06/2026). Kunjungan ini berfokus pada peninjauan proyek strategis nasional, yakni pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini didesain khusus dengan sistem berasrama (boarding school) 24 jam dan menyediakan fasilitas lengkap secara gratis untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, rekrutmen siswa di Sekolah Rakyat tidak didasarkan pada nilai akademis, melainkan diprioritaskan penuh bagi anak-anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu.
”Sekolah Rakyat ini untuk keluarga-keluarga paling tidak mampu. Ini adalah hadiah dari Bapak Presiden Prabowo bagi mereka keluarga yang belum beruntung agar anaknya bisa menimba ilmu di lingkungan pendidikan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul di sela-sela peninjauan.
Hingga awal Juni 2026, pembangunan Sekolah Rakyat di Bagan Pete telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Fasilitas di lahan ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 hingga 1.080 siswa kurang mampu asal Kota Jambi dan sekitarnya untuk tahun ajaran baru.
Untuk memastikan ketepatan sasaran, alur penghimpunan data calon siswa dilakukan secara ketat:
- Data awal dihimpun mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT).
- Data disaring melalui dinas terkait hingga kepala daerah.
- Hasil akhir diverifikasi secara ketat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan utama.
- Jaminan Kriteria Desil I dan Tantangan Lapangan
Wali Kota Jambi, Maulana, memastikan bahwa jajaran Pemerintah Kota Jambi terus bergerak melakukan penapisan data di lapangan agar calon peserta didik yang masuk benar-benar sesuai kriteria.
”Alhamdulillah untuk jenjang SMP dan SMA penjangkauan telah selesai dilakukan sampai pengecekan tempat tinggal masing-masing. Sehingga dapat dipastikan siswa-siswi yang dipilih berada pada Desil I atau kategori keluarga tidak mampu,” ungkap Wali Kota Maulana.
Meski demikian, Maulana mengakui adanya tantangan tersendiri untuk menjaring siswa tingkat Sekolah Dasar (SD). Pihak Pemkot memerlukan pendekatan ekstra untuk meyakinkan orang tua agar bersedia melepas anak usia dasar mereka menempuh pendidikan dengan sistem asrama.
Ke depan, Sekolah Rakyat di Bagan Pete juga membuka peluang untuk menampung anak-anak dari komunitas adat terpencil sebelum daerah asal mereka memiliki fasilitas serupa.
”Sebelum daerah lain memiliki Sekolah Rakyat, melalui Pemerintah Provinsi Jambi, jika ada peserta didik yang dari luar termasuk jika ada siswa yang berasal dari Suku Anak Dalam (SAD) maka akan dititipkan dulu di SR Kota Jambi ini,” jelas Maulana.
Gubernur Jambi, Al Haris, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi program ini. Pemprov Jambi berkomitmen mendorong kabupaten/kota lain untuk segera menyiapkan lahan aman secara hukum demi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di titik-titik selanjutnya.
Selain Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur yang sudah berjalan, enam wilayah lain seperti Sungai Gelam, Batanghari, Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun kini tengah berada dalam proses pengajuan serupa. (Amel)

Tinggalkan Balasan