Tarunakota, Lombok Utara – Nasib tragis menimpa seorang pemuda bernama Rozi Herliawan, warga Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Korban yang sempat dilaporkan hilang terseret arus deras di Air Terjun Tiu Bombong, Desa Pendua, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan oleh tim gabungan pada Selasa pagi (21/4/2026), hanya berselang 30 menit setelah operasi pencarian hari kedua resmi dimulai.

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA dalam kondisi mengambang, tidak jauh dari titik awal dilaporkan hilang. Penemuan cepat pada hari kedua ini mengakhiri upaya pencarian intensif yang sempat terkendala oleh faktor alam. Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menjelaskan bahwa meski lokasi penemuan cukup dekat, proses evakuasi berlangsung cukup sulit akibat medan yang terjal dan kondisi lingkungan air terjun yang ekstrem.

Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (20/4/2026), saat korban sedang mandi bersama dua rekannya di kawasan air terjun tersebut. Namun, cuaca buruk yang melanda wilayah setempat menyebabkan debit air meningkat secara mendadak. Arus sungai yang seketika berubah menjadi sangat deras memicu pusaran air yang menyeret tubuh korban sebelum akhirnya hilang ditelan aliran sungai. Kedua rekan korban yang selamat segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Upaya pencarian pada hari pertama sempat dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat setempat. Namun, hujan lebat dan kondisi sungai yang kian berbahaya memaksa tim untuk menghentikan operasi sementara. Kapolsek Kayangan, IPTU Zainudin, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil demi keselamatan personel di lapangan mengingat jarak pandang yang terbatas dan debit air yang terus meningkat tinggi.

Setelah berhasil dievakuasi dari dasar jurang air terjun, jenazah Rozi langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area sungai dan air terjun. Pihak berwenang mengimbau warga agar menghindari aktivitas di perairan saat hujan lebat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.