Tarunakota, Muaro Bungo – Insiden dramatis mewarnai penangkapan tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Tebing Tinggi, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Muaro Bungo, Kamis (9/4/2026). Seorang wanita terekam kamera menghadang anggota Ditreskrimsus Polda Jambi dengan mengacungkan senapan angin. Aksi nekat tersebut dilakukan demi menghalangi petugas yang hendak membawa suaminya, yang diduga terlibat dalam jaringan mafia solar subsidi di wilayah tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengonfirmasi peristiwa penghadangan tersebut saat proses penangkapan seorang sopir dan operator SPBU berinisial N. Meski keluarga pelaku melakukan perlawanan sengit, petugas di lapangan tetap berhasil mengamankan tersangka. “Jadi keluarga pelaku tidak terima dan mencoba menghalangi, termasuk dengan membawa senapan angin,” ujar Taufik pada Sabtu (11/4/2026). Saat ini tersangka telah dibawa ke Polda Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polda Jambi mengungkap bahwa praktik penyelewengan BBM subsidi ini bukan merupakan pemain baru, melainkan diduga telah berlangsung sejak tahun 2013. Berdasarkan hasil perhitungan sementara, negara diperkirakan mengalami kerugian fantastis mencapai Rp 276 miliar. Kerugian ini muncul dari akumulasi selisih harga solar subsidi dengan harga solar industri yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, yang kemudian disalahgunakan untuk meraup keuntungan pribadi oleh para pelaku.

Modus operandi yang dijalankan tergolong sistematis dengan melibatkan orang dalam di SPBU. Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Jambi, Khoirul Anwar, mengungkapkan bahwa operator SPBU diduga mencuri data barcode konsumen secara ilegal untuk transaksi besar-besaran. “Satu operator bisa memiliki puluhan barcode yang diambil dari konsumen tanpa izin,” kata Khoirul. Akibat praktik ini, kuota BBM milik konsumen yang berhak sering kali berkurang karena telah dikuras oleh para pelangsir.

Penyelidikan mendalam kini terus dilakukan untuk membongkar jaringan distribusi solar subsidi yang dilarikan ke sektor industri ini. Polisi menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk upaya penghalangan petugas, terutama yang menggunakan ancaman senjata seperti senapan angin. Penangkapan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi oknum SPBU dan pelaku usaha lainnya untuk tidak lagi bermain-main dengan hak subsidi masyarakat kecil yang merugikan keuangan negara dalam skala besar.