TarunaKota.com, Jambi – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, memberikan pujian tinggi terhadap keharmonisan dan sinergi yang ditunjukkan oleh para pemimpin pemerintahan di Kota Jambi. Kekompakan antarelite politik ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam melahirkan berbagai inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung ke masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri jamuan makan malam menjelang Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (1/6/2026) malam. Acara tersebut digelar sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625.
Dalam sambutannya, mantan Wali Kota Bogor tersebut mengaku selalu mendapatkan kesan positif dan inspirasi baru setiap kali menginjakkan kaki di Tanah Pilih Pusako Batuah.
“Saya sangat suka kalau diundang ke Jambi, karena setiap kali saya ke sini, ada saja inovasi dari wali kota dan wakil wali kotanya,” ujar Bima Arya.
Ia secara khusus menyoroti beberapa program unggulan Pemkot Jambi yang sukses menarik perhatian pemerintah pusat, di antaranya program Retret RT dan Kampung Bahagia. Menurutnya, inovasi kreatif seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan saat ini.
Lebih lanjut, Bima Arya membeberkan fakta lapangan yang sering dihadapi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sangat sering menerima keluhan (curhat) mengenai ketidakharmonisan hubungan antara kepala daerah dengan wakilnya, ataupun dengan pihak legislatif (DPRD) di berbagai wilayah Indonesia.
“Ada Ketua DPRD yang curhat tidak cocok dengan bupati atau wali kota. Ada gubernur yang tidak cocok dengan wali kotanya. Dan yang paling sering adalah wali kota tidak cocok dengan wakil wali kota, karena wakilnya merasa tidak diberdayakan,” ungkapnya.
Namun, fenomena “pecah kongsi” tersebut sama sekali tidak ia temukan di Kota Jambi.
“Gubernur Jambi dekat dengan wali kota. Wali Kota tandem dengan Wakil Wali Kota Jambi. Saya senang sekali melihat ini. Wali Kota mesra dengan Ketua DPRD. Kekompakan ini patut menjadi contoh bagi daerah lain,” tuturnya bangga.
Bima menegaskan bahwa jika roda kepemimpinan di tingkat atas tidak sinkron, maka jalannya birokrasi dan pelayanan publik di tingkat bawah dipastikan akan tersendat.
“Karena kalau pimpinannya ribut, jangankan jajaran tingkat bawah, para kepala dinas pun pasti akan pusing,” tegas Bima.
Di akhir sambutan, ia mengapresiasi gaya kepemimpinan Wali Kota Jambi, Maulana, yang dinilai sukses membangun iklim optimisme lewat program kerjanya. Menurut Bima, tugas mendasar seorang pemimpin tidak sekadar menyelesaikan problem teknis, melainkan menyalakan keyakinan warganya untuk masa depan.
“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan harapan kepada rakyatnya,” pungkasnya.
Acara jamuan hangat tersebut turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Al Haris, Diza Hazra Aljosha, Kemas Faried Alfarelly, Sekda Kota Jambi Ridwan, Ketua TP PKK Nadiyah, Ketua GOW Marsha Listya, serta sejumlah kepala OPD dan tokoh masyarakat Jambi. (Amel)

Tinggalkan Balasan