Tarunakota, Surabaya – Komunitas Disabilitas Berkarya kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang inklusif melalui kegiatan bertajuk #SeruHore yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (11/4). Program ini mengajak anak-anak disabilitas untuk mengeksplorasi ruang kota dan budaya di kawasan bersejarah tersebut melalui lensa kamera. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak istimewa dalam mengasah minat dan bakat mereka di bidang visual, baik menggunakan kamera profesional maupun telepon genggam.

Founder Disabilitas Berkarya, Leo Gemati, menjelaskan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah penyediaan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berekspresi. Menurutnya, fotografi menjadi medium yang efektif bagi peserta untuk menunjukkan perspektif unik mereka terhadap lingkungan sekitar. “Kami ingin memberikan ruang yang setara bagi teman-teman disabilitas untuk belajar, berkarya, dan mengekspresikan diri melalui fotografi,” ujar Leo di sela-sela kegiatan.

Dalam aksi eksplorasi visual tersebut, para peserta tidak hanya dilepas begitu saja, namun juga mendapatkan pembekalan dasar mengenai teknik fotografi secara langsung di lapangan. Kawasan Balai Pemuda yang memiliki nilai sejarah tinggi di Kota Pahlawan menjadi latar belakang sekaligus objek utama bagi karya-karya mereka. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan dapat lebih menghargai arsitektur dan warisan budaya yang ada di tengah hiruk-pikuk kota.

Menariknya, kegiatan ini juga mengolaborasikan unsur permainan tradisional dengan menggandeng komunitas Kampung Dolanan yang dipimpin oleh Cak Mus. Interaksi ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada anak-anak disabilitas sambil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan konsep tersebut, #SeruHore tidak hanya sekadar melatih keterampilan teknis, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan pengenalan identitas budaya kepada para peserta.

Disabilitas Berkarya menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk belajar dan menghasilkan karya tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental. Kegiatan inspiratif ini turut mendapat dukungan dari plazakamera.com sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan kreativitas komunitas disabilitas. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan gerakan inklusi di bidang seni dan budaya seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat.