Tarunakota, Jambi– Polda Jambi resmi memulai Operasi Kepolisian Terpusat ‘Ketupat 2026’ guna memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Apel gelar pasukan yang berlangsung di lapangan Mapolda Jambi pada Kamis (12/03/2026) sore tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, yang membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam amanatnya, Kapolri menekankan bahwa Polri bersama TNI dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait akan menerjunkan lebih dari 160 ribu personel gabungan di seluruh Indonesia. Meski Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik tahun ini mengalami penurunan tipis sebesar 1,75% dibanding tahun 2025, kesiapsiagaan tetap ditingkatkan melalui penyediaan 2.746 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu.

“Pengamanan difokuskan terhadap 185.607 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara,” tegas Kapolri dalam amanat yang dibacakan Kapolda Jambi.

Berdasarkan hasil analisis lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan jatuh pada 24-26 Maret serta 28-29 Maret 2026. Guna memfasilitasi kenyamanan pemudik, pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan strategis seperti diskon tarif tol dan fleksibilitas Work From Anywhere (WFA).

Apel gelar pasukan di Polda Jambi ini turut dihadiri oleh Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Danrem 042/Gapu, Kajati Jambi, serta jajaran pimpinan instansi terkait seperti BMKG dan BPJN. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir kendala di jalur mudik wilayah Jambi, mengingat kondisi geografis dan dinamika lalu lintas logistik yang cukup tinggi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.