Tarunakota, Jambi – Satlantas Polresta Jambi mengambil inisiatif untuk memakamkan jenazah pria tanpa identitas (Mr X) yang menjadi korban tabrak lari di TPU Putri Ayu, Senin (13/4/2026). Langkah ini dilakukan setelah hampir satu minggu jasad pria tersebut berada di RS Bhayangkara Jambi tanpa ada satu pun pihak keluarga yang datang menjemput. Sebelumnya, korban tewas mengenaskan setelah ditabrak mobil pikap bermuatan sayur di Jalan Pattimura, Kelurahan Kenali Besar, pada Kamis (9/4) subuh.

Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Rio Rinaldy Siregar, menyatakan bahwa pemakaman dilakukan sebagai bentuk kepedulian karena identitas korban belum juga terungkap meski informasi telah disebarluaskan ke media sosial. Upaya identifikasi formal pun telah dilakukan melalui koordinasi dengan Tim Inafis. Namun, pemeriksaan sidik jari tidak menemukan data yang cocok pada sistem kependudukan. “Hari ini kami bertindak sebagai keluarga untuk memakamkan jenazah Mr X,” ujar Rio di lokasi pemakaman.

Kondisi korban saat kejadian mengalami luka berat di bagian kepala yang membuatnya sulit dikenali secara visual. Berdasarkan data fisik yang dihimpun polisi, pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 50 tahun dengan tinggi badan 155 cm, berbadan kurus, rambut pendek, berkumis, serta mengenakan jaket training berwarna merah. Polisi menyayangkan belum adanya warga yang mengenali ciri-ciri tersebut meskipun upaya pencarian keluarga sudah dilakukan maksimal selama sepekan terakhir.

Terkait proses hukum, Satlantas Polresta Jambi menegaskan masih memburu sopir mobil Suzuki Carry Pikap yang melarikan diri usai kejadian. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, mobil tersebut melaju dari arah Trona Express menuju Simpang Rimbo sebelum akhirnya menghantam korban yang sedang menyeberang jalan. “Dari CCTV memang terlihat ada penabrakan, lalu pelaku melarikan diri. Kami masih terus mendalami dan mohon doa agar pelaku segera ditemukan,” tegas AKP Rio.

Satlantas Polresta Jambi kembali mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor. Meskipun jenazah sudah dimakamkan, kepolisian tetap membuka ruang bagi keluarga yang ingin mengonfirmasi identitas korban di kemudian hari. Sementara itu, pengejaran terhadap pelaku tabrak lari terus diintensifkan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyebabkan hilangnya nyawa pejalan kaki tersebut.