TarunaKota.com, Muaro Jambi – Musibah kebakaran pemukiman kembali melanda wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Satu unit rumah panggung berbahan kayu milik seorang warga bernama Halimah, yang berlokasi di kawasan RT 07 Desa Muaro Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, dilaporkan ludes hangus dilalap si jago merah pada Selasa (2/6/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan bangunan utama korban mengalami kerusakan sangat berat.

Peristiwa kebakaran tersebut diperkirakan terjadi mulai sekitar pukul 09.20 WIB. Sejumlah warga sekitar yang pertama kali melihat kepulan asap tebal langsung panik dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, sementara warga lainnya bergegas melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran terdekat. Tak lama setelah menerima laporan resmi dari masyarakat, armada dinas terkait langsung meluncur taktis guna melakukan penanganan darurat di lapangan.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Muaro Jambi, Herman Susilo, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran pertama kali masuk dari seorang warga bernama Ade yang datang langsung ke Pos Wilayah Kumpeh. “Begitu menerima laporan pada pukul 09.20 WIB, personel gabungan langsung kami kerahkan ke lokasi. Tim berangkat pukul 09.23 WIB untuk melakukan upaya pemadaman dan lokalisasi api,” jelas Herman saat dikonfirmasi media.

Guna menjinakkan kobaran api yang cepat membesar akibat material rumah yang mudah terbakar, petugas di lapangan mengerahkan sedikitnya 16 ribu liter air serta bantuan satu unit mesin pompa apung. “Fokus utama kami saat itu adalah mengendalikan perambatan api agar tidak meluas dan merembet ke rumah warga lainnya yang saling berdekatan. Alhamdulillah, api berhasil kami isolasi dan padamkan total,” tambah Herman terkait taktik pemadaman di area TKP.

Setelah hampir satu setengah jam berjibaku melakukan proses pemadaman yang dilanjutkan dengan fase pendinginan (cooling), operasi dinyatakan selesai dan kondusif pada pukul 10.56 WIB. Damkarmat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Sementara itu, total nilai kerugian material material masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait, dan penyebab pasti munculnya titik api masih menunggu hasil penyelidikan intensif dari pihak kepolisian setempat.