TarunaKota.com, Jambi – Upaya persiapan menjelang hari raya Iduladha di Kota Jambi diwarnai insiden menegangkan. Seekor sapi kurban dilaporkan mengamuk hingga melukai seorang warga sebelum akhirnya melarikan diri sejauh lebih dari 5 kilometer pada Minggu (24/5/2026) siang. Insiden yang menggemparkan masyarakat ini berawal dari RT 20 Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Palmerah, Kota Jambi, saat hewan berbobot ratusan kilogram tersebut tengah dipersiapkan oleh panitia setempat untuk prosesi pemotongan kurban.
Peristiwa bermula ketika hewan ternak berwarna hitam dan bertanduk panjang itu mendadak gelisah, meronta, hingga berhasil terlepas dari ikatan tali penambat. Sapi yang dalam kondisi stres tersebut kemudian berlari liar dan menyeruduk seorang warga bernama Efendi (48) di kawasan RT 24 Kelurahan Talang Bakung. Akibat serudukan mendadak itu, korban mengalami luka serius di bagian pipi kanan akibat sabetan tanduk yang tajam dan harus segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat. Setelah melukai warga, sapi terus berlari kencang menembus jalanan kota hingga menyeberang ke kawasan Kebun Kolim, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.
Pihak panitia kurban yang kewalahan mengejar hewan agresif tersebut langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi untuk meminta bantuan evakuasi. Merespons laporan darurat itu, sebanyak 8 personel dari Pleton 3 Damkartan Kota Jambi langsung diterjunkan ke titik pelarian terakhir. Proses penjinakan berlangsung dramatis di area perkebunan, di mana petugas harus berulang kali mengarahkan tali lasso untuk mengunci pergerakan kaki dan leher sapi tanpa menyakitinya. Setelah pengejaran yang melelahkan, petugas bersama warga akhirnya berhasil merobohkan dan mengikat seluruh kaki sapi secara aman.
Pakar peternakan menilai, fenomena hewan kurban mengamuk umumnya dipicu oleh faktor psikologis akibat proses pengangkutan yang tidak nyaman, kerumunan orang banyak yang bising, serta metode pengikatan yang terlalu mengekang. Rasa takut terhadap lingkungan baru yang asing mengaktifkan insting pertahanan diri hewan menjadi sangat agresif. Guna menghindari kejadian serupa berulang, panitia kurban diimbau untuk selalu menempatkan hewan di lokasi yang teduh dan tenang sebelum disembelih, serta membatasi jumlah warga yang menonton secara dekat guna menekan tingkat stres pada hewan.
Jika masyarakat menghadapi situasi darurat serupa, langkah utama yang harus dilakukan adalah tidak membuat gerakan provokatif atau berteriak histeris di depan hewan karena hal itu akan memicu kegelisahan yang lebih tinggi. Warga disarankan untuk segera mencari tempat perlindungan yang tinggi atau kokoh dan langsung menghubungi nomor darurat pemadam kebakaran terdekat. Saat ini, situasi di lokasi penangkapan maupun pemukiman warga Talang Bakung dilaporkan telah kembali kondusif, sementara korban luka masih menjalani perawatan intensif untuk memulihkan trauma fisiknya.

Tinggalkan Balasan