TarunaKota.com, Karanganyar– Sebagai bentuk pengawasan melekat sekaligus upaya nyata dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran bantuan pemerintah, jajaran TNI-Polri mempertebal pengamanan di tingkat desa. Aparat gabungan melaksanakan monitoring intensif pada kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode bulan Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara terpusat di Balai Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Selasa (26/5/2026).
Langkah monitoring terpadu ini sengaja ditempuh guna memastikan seluruh rangkaian proses birokrasi penyaluran dana stimulan berjalan dengan aman, tertib, serta terbebas dari pungutan liar. Dalam agenda tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kebak, Aiptu Agus Darmawan, hadir langsung di lokasi untuk melakukan pengawasan dari meja registrasi hingga penyerahan uang tunai. Kehadiran personel Polri yang bersinergi dengan jajaran Babinsa dan perangkat desa ini menjadi bukti komitmen kuat dalam mengawal program jaring pengaman sosial.
Berdasarkan data administratif pemerintah desa setempat, tercatat sebanyak 44 warga Desa Kebak yang masuk dalam kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hadir secara keseluruhan tanpa perwakilan. Masing-masing warga yang telah divalidasi datanya menerima hak bantuan berupa uang tunai segar sebesar Rp300 ribu. Dana yang bersumber dari alokasi Dana Desa tersebut diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi instan bagi pemenuhan kebutuhan pokok harian rumah tangga miskin.
Kapolres Karanganyar melalui Kapolsek Kebakkramat, IPTU Marindra Prasetya, menegaskan bahwa kehadiran institusinya di tengah kerumunan massa merupakan representasi negara dalam menjamin keadilan sosial. Pengawalan ini dirancang untuk menutup celah potensi penyelewengan, salah sasaran, maupun manipulasi data penerima. “Sinergitas TNI-Polri hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan, tertib, dan tepat sasaran sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program pemerintah,” jelas IPTU Marindra.
Selama satu hari penuh pelaksanaannya, atmosfer di dalam Balai Desa Kebak dilaporkan berlangsung hangat, humanis, dan sarat akan nilai kebersamaan. Selain melakukan pengawasan yuridis, para petugas di lapangan tidak segan-segan mendampingi warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas saat mengantre demi menjaga kondusivitas ruang publik. Penyaluran BLT-DD ini berakhir dengan tertib tanpa ada gejolak sosial, memicu respons kepuasan dan apresiasi positif dari warga binaan terhadap pelayanan aparat keamanan.

Tinggalkan Balasan