Tarunakota, 17 Maret 2026, Jambi – Semangat melestarikan tradisi kembali dihidupkan oleh para pemuda dalam perayaan malam Tumbilotohe tahun ini. Ratusan lampu botol dan lampion warna-warni tampak berjajar indah, dipasang secara tradisional oleh komunitas Pemuda Penggerak Bersatu pada Senin (16/03/2026) malam.
Konsep yang diangkat tahun ini sengaja mengusung nuansa tradisional guna mengedukasi generasi muda. Abdullanto Ibrahim, Panitia Perayaan Malam Tumbilotohe, mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya generasi sekarang yang tidak lagi mengenal tata cara perayaan Tumbilotohe yang asli.
“Anak-anak sekarang banyak yang tidak tahu bahwa dahulu perayaan Tumbilotohe menggunakan lampu botol, alikusu, dan lampion. Sekarang bahkan sudah jarang yang merayakan malam pasang lampu ini,” ujar Abdullanto.
Dalam perayaan tersebut, panitia memasang ratusan alikusu yang dipadukan dengan lampu botol berwarna hijau, ungu, merah, dan kuning—empat warna yang melambangkan simbol adat Gorontalo. Persiapan kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh pemuda dari Desa Tunggulo Selatan, Tunggulo, dan Bongohulawa setiap malam usai salat tarawih.
Hebatnya, pendanaan kegiatan ini murni berasal dari swadaya para pemuda serta partisipasi ikhlas dari masyarakat setempat. Melalui komitmen ini, komunitas Pemuda Penggerak Bersatu berharap warisan leluhur Tumbilotohe tetap hidup dan tidak sekadar menjadi hiasan malam, melainkan menjadi identitas budaya yang dibanggakan di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan