Tarunakota, 17 Maret 2026, Jakarta – Kabar membanggakan datang dari panggung teknologi internasional. Tiga developer muda asal Indonesia—Steven Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry—berhasil meraih juara dua dalam ajang OpenAI Codex Hackathon di Singapura melalui inovasi cerdas mereka yang diberi nama GambitHunter.

GambitHunter merupakan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan menguliti data situs judi online (judol) secara otomatis. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas keresahan masyarakat terhadap maraknya judi online yang merusak sendi ekonomi di tanah air.

Salah satu pengembang, Steven Limanus, menjelaskan bahwa sistem ini bekerja dalam dua tahap utama. Pertama, agen AI akan melakukan eksplorasi otomatis untuk mencari dan mengklasifikasi situs mencurahgakan menggunakan model terbaru, OpenAI GPT 5.2.

“Setelah situs dipastikan sebagai platform judol, sistem masuk ke tahap kedua, yaitu ekstraksi data. AI akan melacak jalur transaksi, mengambil nomor rekening bandar, hingga nomor telepon yang digunakan untuk deposit,” terang Steven.

Hebatnya lagi, sistem ini mampu membuat akun dummy secara mandiri untuk menembus halaman pembayaran guna mengambil bukti gambar dan percakapan dengan customer service jika diperlukan.

Reynaldo dan Ilham menambahkan bahwa pengembangan GambitHunter didorong oleh keinginan mereka berkontribusi mengatasi masalah sosial melalui teknologi. Mereka berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada penanganan judol, tetapi juga dikembangkan untuk memberantas aktivitas ilegal lain seperti penipuan digital dalam skala besar.