TarunaKota.com, Jambi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan dan peningkatan literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu langkah taktis yang ditempuh adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Edukasi Keuangan yang melibatkan pengurus dan anggota Karang Taruna se-Kota Tasikmalaya. Program strategis ini dirancang secara khusus untuk mencetak kader-kader edukator yang andal dan mampu menyebarluaskan pemahaman finansial yang sehat secara langsung kepada masyarakat luas.
Agenda yang berlangsung di Aula BAPPELITBANGDA Kota Tasikmalaya pada Sabtu (23/5/2026) tersebut diikuti oleh puluhan pemuda perwakilan Karang Taruna dari berbagai kecamatan. Kehadiran organisasi kepemudaan ini dinilai sebagai langkah jitu mengingat strukturnya yang mengakar hingga tingkat kelurahan. Jalannya acara turut dihadiri dan diapresiasi langsung oleh Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Candra Negara, yang menegaskan posisi strategis pemuda sebagai agen perubahan sekaligus penyambung informasi yang efektif di lingkungan tempat tinggal mereka.
Dalam arahannya, Rd. Dicky Candra Negara mengingatkan pentingnya membentengi masyarakat dari berbagai ancaman kejahatan siber berbasis ekonomi yang kian marak. “Melalui penguatan literasi keuangan, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap pinjaman online ilegal, judi online, dan berbagai aktivitas keuangan ilegal lainnya,” ungkap Diky. Selama pelatihan, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai anatomi dan berbagai modus operandi aktivitas ilegal yang terbukti kerap memicu dampak buruk pada stabilitas ekonomi dan sosial keluarga.
Tidak hanya dibekali materi pencegahan dan mitigasi risiko keuangan negatif, para kader Karang Taruna juga mendapatkan modal pengetahuan mengenai pengelolaan akses pembiayaan yang legal dan produktif. Materi komprehensif yang disajikan mencakup pengenalan skema kredit usaha mikro, sistem pembiayaan kelompok, hingga optimalisasi berbagai layanan serta produk lembaga keuangan resmi. Informasi ini menjadi krusial agar pemuda dapat mengarahkan pelaku UMKM di wilayah masing-masing untuk memanfaatkan permodalan yang aman demi mendukung pemulihan ekonomi lokal.
Melalui ToT ini, OJK Tasikmalaya menargetkan terciptanya efek berantai (multiplier effect) yang masif dalam program edukasi finansial nasional. Setiap peserta yang telah lulus pelatihan diharapkan tidak hanya sekadar memahami materi di atas kertas, tetapi wajib bertransformasi menjadi narasumber serta fasilitator edukasi mandiri di wilayah domestik mereka. OJK menegaskan akan terus memperluas jalinan kolaborasi serupa guna mewujudkan ekosistem masyarakat Tasikmalaya yang lebih cerdas, bijak, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk jasa keuangan di era digital.

Tinggalkan Balasan