Tarunakota, Sumedang – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, memastikan bahwa pria yang mengaku sebagai anggota TNI dan menipu pedagang telur di Kecamatan Pamulihan adalah TNI gadungan. Pelaku diketahui melancarkan aksinya dengan mengenakan seragam mirip personel TNI dan mengklaim sebagai anggota Kodam III/Siliwangi untuk mengelabui korban. “Saya sampaikan, pelaku adalah TNI gadungan,” tegas Kusuma Ardianto saat memberikan keterangan resmi di Markas Kodim 0610 Sumedang, Senin (20/4/2026).
Aksi penipuan tersebut menimpa seorang pedagang telur pada Selasa (14/4/2026) siang. Modus yang digunakan pelaku adalah memesan telur dalam jumlah besar, yakni sekitar 250 kilogram senilai Rp7,29 juta, dengan janji pembayaran setelah barang tiba di tujuan. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku bahkan sempat mengelabui pegawai kecamatan dengan dalih akan menggelar bazar sembako, sehingga kehadiran barang tersebut terlihat meyakinkan bagi lingkungan sekitar.
Tak berhenti di situ, pelaku kembali melancarkan tipu daya saat barang telah sampai dengan meminta korban menuju Bank BRI Unit Cimanggung. Pelaku berdalih bahwa pembayaran akan dilakukan oleh istrinya yang diklaim bekerja di bank tersebut. Namun, setibanya di lokasi, nama yang disebutkan pelaku ternyata tidak terdaftar sebagai pegawai bank tersebut. Saat korban menyadari adanya kejanggalan, pelaku beserta 250 kilogram telur yang dibawa telah raib dari lokasi semula.
Kapolsek Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut di wilayah hukumnya. Pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari korban dan saat ini tengah melakukan proses penyelidikan intensif untuk melacak keberadaan pelaku. Penipuan ini pun sempat mencuat dan viral di media sosial setelah kronologinya diunggah oleh akun X @papua_muslim95, yang memperingatkan warga lain agar tidak menjadi korban dengan modus serupa.
Pasca-kejadian ini, Dandim 0610/Sumedang mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan institusi TNI untuk kepentingan pribadi atau tindakan kriminal. Ia meminta warga segera melaporkan tindakan mencurigakan kepada kantor Koramil atau Polsek terdekat guna mencegah jatuhnya korban baru. “Jika melihat gerak-gerik yang mencurigakan, segera melapor agar tidak tertipu oleh orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI,” pungkas Letkol Kusuma Ardianto.

Tinggalkan Balasan