Tarunakota, Jambi – Polemik terkait gangguan sistem yang sempat memicu kecemasan nasabah Bank Jambi akhirnya mendapat respons tegas dari legislatif. DPRD Provinsi Jambi memastikan bahwa seluruh dana nasabah dalam kondisi aman dan telah dikembalikan 100 persen. Kepastian ini diperoleh setelah digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menghadirkan manajemen Bank Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pemangku kepentingan terkait di Gedung DPRD, Senin (2/3/2026).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan bahwa berdasarkan penjelasan resmi dari manajemen bank dan pengawasan OJK, seluruh saldo nasabah yang terdampak gangguan telah dipulihkan sepenuhnya. Pernyataan ini dikeluarkan untuk meredam kekhawatiran publik yang sempat ramai di media sosial terkait keamanan simpanan mereka. “Kami sudah mendapat penjelasan langsung bahwa dana nasabah telah dikembalikan sepenuhnya. Ini bukti bahwa kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Ivan.

Meski dana telah kembali, DPRD Provinsi Jambi tidak tinggal diam dan memastikan proses investigasi tetap berjalan. Ivan menegaskan bahwa audit forensik akan segera dilakukan untuk mengungkap penyebab utama gangguan sistem tersebut secara mendalam. Audit ini mencakup pemeriksaan kemungkinan adanya faktor serangan siber atau kegagalan teknis internal. Langkah ini dinilai sangat penting demi menjaga transparansi dan memberikan jawaban yang terang benderang kepada masyarakat.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) turut memastikan bahwa stabilitas perbankan di wilayah Jambi tetap terjaga pasca-insiden tersebut. Para kepala daerah di Provinsi Jambi selaku pemegang saham juga telah berkoordinasi untuk menjaga stabilitas keuangan daerah. Sebagai langkah preventif, pemerintah daerah mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap tenang dan tidak melakukan penarikan dana secara berlebihan (rush money) yang justru dapat mengganggu ekosistem perbankan daerah.

DPRD Provinsi Jambi berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta hasil audit forensik nantinya dipaparkan secara terbuka kepada publik. Ivan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada tim ahli untuk bekerja menyelesaikan pemulihan sistem secara total. “Kami akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan meminta percepatan audit agar kepercayaan publik terhadap perbankan daerah tetap kokoh,” pungkasnya.