Tarunakota, Jambi – Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. B. Ali, menunjukkan pendekatan humanis dengan turun langsung menemui massa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di tengah unjuk rasa, Kamis (09/04/2026). Tanpa sekat, jenderal bintang satu tersebut duduk lesehan bersama para mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi yang mereka bawa. Langkah ini diambil guna memastikan komunikasi antara pihak kepolisian dan elemen mahasiswa berjalan kondusif serta menjaga situasi keamanan tetap stabil selama aksi berlangsung.

Dalam pertemuan santai namun serius di tengah barisan massa tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait isu-isu terkini dan penegakan hukum di wilayah Provinsi Jambi. Brigjen Pol. B. Ali memberikan apresiasi atas cara mahasiswa dalam menyampaikan pendapat yang dinilai tertib dan konstruktif. Ia menegaskan bahwa Polri sangat menghargai kebebasan berekspresi sebagai bagian dari demokrasi, asalkan dilakukan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Wakapolda Jambi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan jaminan bahwa setiap proses penegakan hukum yang ditangani Polda Jambi dilakukan secara profesional. Ia menegaskan tidak akan ada yang ditutup-tutupi dalam penanganan perkara yang menjadi perhatian publik. Komitmen transparansi ini menjadi poin utama yang ditekankan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, khususnya di kalangan intelektual muda.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga transparansi dalam setiap proses penegakan hukum. Apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan mahasiswa akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur yang ada,” tegas Wakapolda di hadapan massa PMII. Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus berperan aktif sebagai kontrol sosial yang memberikan masukan positif bagi kinerja Polri, demi terciptanya rasa keadilan yang merata di tengah masyarakat Jambi.

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan tertib setelah tercapai kesepahaman antara pihak kepolisian dan mahasiswa. Kehadiran langsung pejabat utama Polda Jambi di lapangan terbukti efektif meredam ketegangan dan menciptakan suasana dialogis yang produktif. Dengan komitmen yang telah ditegaskan, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan mahasiswa dapat terus terjaga dalam mengawal berbagai isu krusial di daerah.