TarunaKota, Batam, 20 Februari 2026 – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam memberikan klarifikasi mengenai batasan peran Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kepala Dinsos PM Batam, Zulkifli Aman, menegaskan bahwa fokus utama Tagana adalah penanganan kemanusiaan terhadap korban terdampak, bukan pada perbaikan infrastruktur atau kerusakan fisik akibat bencana.

Hal ini disampaikan Zulkifli menanggapi pertanyaan publik terkait penanganan kebakaran pasar yang melibatkan aset usaha dan bangunan.

Fokus pada Kebutuhan Dasar (Logistik)

Zulkifli menjelaskan bahwa tugas utama instansinya melalui relawan Tagana adalah memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.

“Kami menangani orang yang terdampak bencana. Jika butuh tempat tinggal, kita beri tenda; butuh tidur, kita kasih kasur; butuh makan, kita siapkan makanannya,” ujar Zulkifli

Ia menambahkan, urusan revitalisasi bangunan atau penataan ulang pelaku usaha pascakebakaran bukanlah ranah Dinas Sosial, melainkan instansi lain seperti BPBD atau Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).

Kesiapan Sarana dan Dapur Umum

Dinsos PM Batam telah menyiapkan berbagai skema bantuan berdasarkan skala bencana:

  • Bantuan Shelter: Korban bencana yang rumahnya tidak bisa ditempati akan dievakuasi ke selter Dinsos atau diberikan tenda darurat.
  • Dapur Umum: Jika bencana berdampak pada banyak kepala keluarga (KK), mobil dapur umum dari kementerian akan dioperasikan untuk menyediakan makanan siap saji.
  • Wilayah Kepulauan: Tagana Batam dibekali speedboat, kapal karet, dan mesin tempel untuk menjangkau korban di pulau-pulau terluar.

Tantangan Aset dan Pembaruan Alat

Saat ini terdapat 33 relawan Tagana aktif yang tersebar di seluruh kecamatan di Batam. Namun, Zulkifli mengakui bahwa sebagian peralatan tanggap darurat sudah mulai usang. Pihaknya tengah mengupayakan proses hibah aset dari pemerintah pusat agar pembaruan alat dapat dianggarkan melalui APBD Kota Batam.

“Alat itu ada masa pakainya. Jika tidak diperbarui, tentu berpengaruh pada kesiapsiagaan. Kami sedang mengurus agar bisa segera melakukan pengadaan baru,” pungkasnya.