TarunaKota.com, Jambi – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menekankan pentingnya bagi pengusaha muda untuk memiliki karakter adaptif dan inovatif di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang digelar oleh HIPMI Jambi di Aula Rumah Kito Hotel, Senin (27/4/2026).

Kegiatan bertema “Agilitas Bisnis di Era VUCA” ini turut dihadiri oleh Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, serta berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, legislatif, hingga mahasiswa.

Dalam paparannya, Diza mengungkapkan bahwa hampir separuh atau sekitar 47,87 persen penduduk Kota Jambi saat ini didominasi oleh generasi Alpha dan Gen Z. Menurutnya, dominasi anak muda ini merupakan bonus demografi yang harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi tantangan di masa depan.

“Bonus demografi ini adalah peluang besar. Generasi muda harus dipersiapkan menjadi pelaku usaha yang adaptif dan inovatif agar mampu bersaing,” ujar Diza yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Jambi periode 2025-2028.

Diza juga menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan di era saat ini. Ia mendorong sinergi yang kuat antara pelaku usaha dan pemerintah untuk memperkuat sektor UMKM, terutama karena HIPMI kini banyak diisi oleh generasi muda sebagai tulang punggung ekonomi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Jambi menawarkan berbagai program unggulan, salah satunya adalah Bantuan Usaha Kelompok Masyarakat (BANHARKAT). Program ini merupakan skema permodalan yang dapat dimanfaatkan oleh anggota HIPMI maupun civitas akademika untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Kami membuka ruang kolaborasi dan kemitraan seluas-luasnya bagi para calon pengusaha muda. Harapannya, pengusaha muda tetap menjaga integritas untuk membantu menstabilkan ekonomi daerah,” tutupnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, dalam sambutannya mengingatkan para pelaku usaha akan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta peluang strategis dalam berbagai program prioritas nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (Amel)