TarunaKota.com, Jambi – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memimpin apel dan patroli malam gabungan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah Kota Jambi, Sabtu malam (25/7/2026).

Patroli tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, Kejaksaan, DPRD, Satpol PP, serta jajaran Pemerintah Kota Jambi. Berdasarkan keterangan Kapolresta Jambi, total personel gabungan yang dikerahkan mencapai hampir 900 orang.

Kegiatan diawali dengan apel gabungan, kemudian dilanjutkan patroli dan pemantauan ke sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Tugu Keris Siginjai hingga kawasan Kota Tua dan Pasar Jambi.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk aksi geng motor, balap liar, tawuran remaja, serta tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Maulana Tegaskan Keamanan Tanggung Jawab Bersama

Dalam arahannya, Maulana menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan tidak hanya ditangani oleh Polri dan TNI, tetapi juga harus didukung seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga seluruh lapisan masyarakat. Semua memiliki peran besar dalam menjaga Kota Jambi tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Maulana.

Ia menjelaskan, apel dan patroli gabungan merupakan bentuk nyata soliditas lintas sektor untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan masyarakat merasa terlindungi ketika beraktivitas, khususnya pada malam hari.

Maulana juga menekankan bahwa stabilitas keamanan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.

Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui patroli rutin, pengawasan wilayah, pemanfaatan teknologi, dan keterlibatan aktif masyarakat.

Geng Motor dan Tawuran Jadi Perhatian Serius

Maulana turut menyoroti aksi geng motor, balap liar, tawuran remaja, dan berbagai bentuk kejahatan jalanan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Ia mengingatkan agar tindakan yang melibatkan kekerasan, penggunaan senjata tajam, perusakan fasilitas umum, maupun ancaman terhadap keselamatan warga tidak dianggap sebagai kenakalan remaja biasa.

“Ketika aksi tersebut telah disertai kekerasan, penggunaan senjata tajam, perusakan fasilitas umum, bahkan mengancam keselamatan jiwa masyarakat, maka itu adalah tindak kriminal yang harus ditangani secara tegas sekaligus bijaksana,” ujarnya.

Menurut Maulana, penanganan gangguan keamanan perlu dilakukan melalui langkah pencegahan, pendekatan kepada masyarakat, serta penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap upaya tersebut dapat mencegah berkembangnya perilaku yang membahayakan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

CCTV Dipantau 24 Jam, Patroli Lapangan Tetap Diperlukan

Dalam mendukung pengawasan keamanan, Pemerintah Kota Jambi juga memanfaatkan kamera pengawas atau CCTV yang mulai terpasang di sejumlah lokasi dan dipantau selama 24 jam.

Meski demikian, Maulana menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan kehadiran petugas di lapangan.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Alhamdulillah, CCTV di Kota Jambi sudah mulai terpasang dan dipantau selama 24 jam. Namun, kehadiran petugas di lapangan tetap sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap wilayah Kota Jambi berada dalam kondisi yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Kombinasi pengawasan melalui CCTV dan patroli langsung diharapkan membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan serta mempercepat respons terhadap kejadian yang membutuhkan penanganan.

Maulana juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Hampir 900 Personel Gabungan Dikerahkan

Sementara itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang mengatakan patroli gabungan tidak hanya berorientasi pada pencegahan tindak kriminalitas, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada para remaja yang masih berkumpul di jalan pada malam hari.

Ia menyebutkan, sekitar 351 personel Polresta Jambi terlibat dalam kegiatan tersebut. Setelah ditambah personel TNI dan unsur Pemerintah Kota Jambi, total kekuatan yang dikerahkan mencapai hampir 900 personel.

Menurut Kapolresta, patroli tersebut bertujuan memastikan masyarakat dapat menikmati malam akhir pekan dengan aman dan nyaman.

“Kegiatan ini untuk mengantisipasi kenakalan remaja. Sambil patroli nanti kami juga akan mengimbau anak-anak yang masih berada di jalan agar segera pulang ke rumah dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan maupun membahayakan diri sendiri,” ujarnya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mencegah potensi gangguan sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menjaga ketertiban.

Keamanan Jadi Fondasi Kota Jambi BAHAGIA

Maulana menjelaskan, keamanan merupakan bagian penting dari visi Kota Jambi BAHAGIA. Menurutnya, kota yang aman tidak hanya berarti minim tindak kriminalitas, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi seluruh warga.

Kondisi tersebut memungkinkan anak-anak belajar dengan tenang, masyarakat beraktivitas tanpa rasa khawatir, pelaku usaha menjalankan kegiatan ekonomi dengan nyaman, serta pengunjung menikmati berbagai ruang publik secara aman.

Melalui patroli gabungan dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kota Jambi berharap stabilitas kamtibmas dapat terus terjaga di seluruh wilayah.

Maulana pun mengajak masyarakat, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga lingkungan masing-masing.

“Dengan situasi kamtibmas yang baik, hal ini dapat memberikan rasa aman bagi warga serta menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, pelayanan publik, dan aktivitas sosial kemasyarakatan,” pungkasnya.

Patroli gabungan tersebut menjadi salah satu langkah kolaboratif untuk menjaga Kota Jambi tetap aman, tertib, dan nyaman, sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan serta terwujudnya Kota Jambi BAHAGIA.