TarunaKota.com, Jambi – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital dan penguatan respons aparatur sipil negara (ASN) terhadap kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Webinar ASN Siginjai Belajar Seri 02 Tahun 2026 bertajuk Jambi Bahagia: Sigap Layani, Tuntas Beri Solusi, Kamis (18/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, M. Saleh Ridha, S.STP., M.E., hadir sebagai narasumber bersama Wali Kota Jambi Maulana, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi Saiful Roswandi, S.Pd.I., M.H., serta Sekretaris BKPSDMD Kota Jambi Noviardi, S.Kom.

Pada kesempatan itu, Saleh Ridha memaparkan strategi penguatan sinergi layanan darurat 112 melalui pendekatan “Gesit Bergerak Cepat Menindak, Tuntas Menyelesaikan Aduan Warga.”

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses, cepat merespons kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.

Maulana Dorong Pelayanan Publik yang Cepat dan Solutif

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.

Perkembangan teknologi dan digitalisasi membuat masyarakat semakin membutuhkan pelayanan yang praktis, transparan, dan responsif. Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya menerima laporan, tetapi juga memastikan setiap pengaduan ditangani sesuai kewenangan dan ditindaklanjuti secara jelas.

Dalam pemaparannya, Saleh Ridha menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus mampu memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Sebagai pelayan masyarakat kita dituntut untuk harus selalu hadir, melalui pelayanan yang mudah dijangkau, cepat merespons, tepat menangani dan memberikan kepastian penyelesaian,” ucap Saleh Ridha.

Ia juga menekankan bahwa pengaduan masyarakat merupakan bentuk kepercayaan publik kepada pemerintah sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

“Pengaduan bukan sekadar keluhan, pengaduan adalah suara masyarakat, dan sebagai bahan evaluasi pemerintah yang dijadikan dasar untuk peningkatan kualitas layanan,” sebutnya.

Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Jambi berupaya membangun budaya pelayanan yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas.

Aplikasi JAGA Integrasikan Layanan Publik

Untuk mempercepat penanganan pengaduan, Diskominfo Kota Jambi menghadirkan aplikasi JAGA sebagai super app atau platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu aplikasi.

Aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan akses masyarakat terhadap kanal pengaduan yang sebelumnya tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui integrasi tersebut, laporan masyarakat dapat diteruskan kepada OPD terkait sesuai dengan jenis persoalan dan kewenangannya. Aplikasi JAGA juga menyediakan akses terhadap layanan darurat 112.

“Melalui aplikasi JAGA merupakan langkah menyederhanakan aplikasi yang selama ini ada di setiap OPD untuk kanal aduan masyarakat, yang di dalamnya terhubung kepada OPD masing-masing Pemkot Jambi, di dalamnya juga ada 112 khusus emergency,” ungkap Saleh Ridha.

Integrasi layanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat menyampaikan pengaduan tanpa harus kebingungan mencari saluran yang tepat.

Bagi pemerintah, sistem tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antar-OPD dan meningkatkan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan warga.

Layanan 112 Diperkuat untuk Penanganan Kondisi Darurat

Selain aplikasi JAGA, layanan darurat 112 menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan publik Kota Jambi.

Layanan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh respons ketika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Dalam webinar tersebut, Saleh Ridha turut memaparkan sejumlah kategori laporan yang masuk melalui layanan darurat.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pemaparannya, gangguan listrik, kebakaran, dan lampu jalan yang tidak menyala termasuk persoalan yang banyak dilaporkan. Ketiga kategori tersebut disebut mencapai 52,8 persen.

Sementara itu, laporan terkait evakuasi hewan liar disebut memiliki persentase sebesar 57,2 persen.

Namun, angka tersebut perlu dibaca berdasarkan kategori dan periode penghitungan yang digunakan. Karena total persentasenya mencapai 110 persen, rincian data perlu dikonfirmasi kembali sebelum dipublikasikan sebagai statistik keseluruhan.

Saleh Ridha menegaskan bahwa penanganan pengaduan terus diupayakan agar semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Maulana Tekankan ASN Harus Gesit dan Adaptif

Penguatan teknologi pelayanan publik perlu diiringi perubahan pola kerja ASN agar lebih tanggap terhadap persoalan masyarakat.

Saleh Ridha menyampaikan bahwa ASN di era digital harus memiliki karakter responsif, adaptif, kolaboratif, solutif, dan akuntabel.

Menurutnya, keberhasilan layanan pengaduan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan aplikasi, tetapi juga oleh kesigapan petugas dan OPD dalam menindaklanjuti laporan yang masuk.

Ia mengajak seluruh ASN meningkatkan empati terhadap masyarakat dan memperkuat koordinasi di lingkungan kerja masing-masing.

“Kami dari Kominfo mengajak rekan-rekan ASN untuk memiliki rasa empati, terutama terhadap OPD masing-masing yang merupakan bagian terpenting,” tekannya.

Dengan koordinasi yang baik, setiap laporan diharapkan dapat diteruskan kepada petugas yang berwenang, ditangani secara tepat, dan dipantau hingga memperoleh tindak lanjut yang jelas.

Sinergi ASN untuk Wujudkan Kota Jambi Bahagia

Pemkot Jambi berharap integrasi aplikasi JAGA dan layanan darurat 112 dapat memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Pelayanan yang cepat dan tuntas membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, bukan hanya Diskominfo sebagai pengelola sistem digital.

Setiap OPD diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk merespons pengaduan sesuai tugas dan kewenangannya, memberikan informasi perkembangan penanganan, serta mengupayakan penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga mengajak seluruh ASN untuk bersinergi mendukung pelaksanaan program pembangunan Kota Jambi Bahagia.

Melalui Webinar ASN Siginjai Belajar Seri 02 Tahun 2026, Pemkot Jambi menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada penyediaan aplikasi, tetapi benar-benar menghasilkan pelayanan yang lebih mudah dijangkau, respons yang lebih cepat, serta penyelesaian pengaduan yang semakin efektif.

Dengan dukungan ASN yang profesional dan kolaborasi seluruh perangkat daerah, Pemerintah Kota Jambi berupaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas demi mendukung pembangunan Kota Jambi yang bahagia dan berkelanjutan.