TarunaKota, Ternate, 19 Februari 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila 2026 Armada III memperkuat kehadirannya di Wilayah Perairan Timur Indonesia. Menggunakan sejumlah unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Satgas melaksanakan kunjungan kerja ke Ternate dan Tidore pada Rabu (18/02/2026) sebagai bagian dari misi penegakan kedaulatan laut dan pembinaan teritorial.

Kedatangan gugus tugas ini disambut langsung oleh Danlanal Ternate, Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto, S.E., M.Tr.Opsla., bersama jajaran Forkopimda Maluku Utara. Kunjungan ini bertujuan memetakan kerawanan maritim sekaligus memastikan keamanan jalur logistik laut di kawasan tersebut.

Bukan Sekadar Patroli Tempur

Wakil Komandan Satgas Trisila 2026 menegaskan bahwa kehadiran mereka membawa pesan perlindungan bagi masyarakat di beranda depan nusantara.

“Kehadiran Satgas Trisila bukan sekadar menunjukkan kekuatan alutsista, tetapi memastikan bahwa kekuatan tersebut hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat,” tegas Wadan Satgas.

Aksi Kemanusiaan dan Lingkungan

Selain misi patroli, Satgas Trisila menggelar rangkaian kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat pesisir secara langsung, di antaranya:

  • Bakti Kesehatan: Layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Ternate dan Tidore.
  • Aksi Bersih Pantai: Kolaborasi prajurit TNI AL dengan komunitas lokal dan pelajar untuk menjaga ekosistem laut Maluku Utara.
  • Open Ship: Kesempatan bagi warga untuk naik ke atas KRI, yang bertujuan menumbuhkan jiwa bahari dan kecintaan generasi muda terhadap TNI AL.

Diplomasi Budaya di Kesultanan Tidore

Memperkuat hubungan historis, Wadan Satgas Trisila melakukan kunjungan kehormatan ke Kesultanan Tidore dan diterima langsung oleh Sultan Husain Alting Syah. Pertemuan ini menjadi simbol pentingnya sinergi antara pertahanan negara dengan kearifan lokal dalam menjaga ketahanan maritim nasional.

Langkah strategis Satgas Trisila 2026 ini sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) untuk membangun TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh, namun tetap humanis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.