TarunaKota.com, Jambi – Guna membangkitkan kembali semangat kebersamaan dan menggalakkan gaya hidup sehat di tingkat akar rumput, Karang Taruna Kelurahan Tanjung Pinang menggelar sebuah kompetisi olahraga yang inovatif. Organisasi kepemudaan tersebut sukses menyelenggarakan Turnamen Bulutangkis bertajuk “2026 Tangkis Bulu”. Kompetisi bergengsi skala lokal ini mempertemukan perwakilan tim antar-RT se-Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, yang berlangsung meriah pada Selasa (8/6/2026).
Jalannya turnamen bergulir dengan sangat marak berkat tingginya antusiasme masyarakat yang memadati area pertandingan untuk mendukung tim RT masing-masing. Agenda ini juga bertransformasi menjadi ruang komunikasi publik yang strategis karena dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah. Di antaranya Anggota DPRD Kota Jambi Abdul Gani, S.H., Camat Jambi Timur Hipni, S.E., Lurah Tanjung Pinang Saggap Ali Solihin, S.E., Ketua Karang Taruna Kota Jambi Warfian, M.H. bersama jajaran sekjen, serta Ketua FKRT Kelurahan Tanjung Pinang Erpani bersama seluruh Ketua RT setempat.
Apresiasi tinggi datang dari Kabid Linmas Satpol PP Kota Jambi, Rustam, M.H., N.LP., yang turut hadir menyaksikan ketatnya kompetisi. Menurutnya, konsistensi para pemuda di Jambi Timur ini layak diadopsi oleh wilayah lain. “Pada momen ini, kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna Tanjung Pinang harus terus menjadi percontohan untuk pemuda, terkhususnya di Kota Jambi. Melalui kegiatan ini kami mengajak para pemuda di Kelurahan Tanjung Pinang untuk senantiasa menjadikan olahraga sebagai agenda pokok untuk diri pribadi dan memasyarakatkannya dalam bentuk kegiatan yang *have fun*,” ungkap Rustam.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Karang Taruna Kelurahan Tanjung Pinang, Dwi, menegaskan bahwa esensi utama dari kompetisi ini bukanlah atmosfer persaingan yang kaku, melainkan sebuah pesta rakyat yang inklusif. Pihak penyelenggara sengaja mengemas olahraga tepok bulu ini sebagai instrumen sosial untuk melekatkan kembali sosiokultural warga. “Event ini kami jadikan sebagai pesta rakyat bersama. Di mana, kami bukan mencari juara, tapi kami ingin merajut kembali hubungan mesra yang telah lama hilang dari budaya masyarakat kita secara global. Singkatnya, kami mengadakan ini sebagai ajang silaturahmi untuk kita semua,” papar Dwi.
Setelah melewati serangkaian babak penyisihan yang sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, turnamen resmi ditutup oleh Ketua Panitia, Adjie. Prosesi penutupan diwarnai dengan penyerahan trofi dan hadiah pembinaan kepada para peraih Juara 1, 2, dan 3. Uniknya, kemeriahan malam puncak tidak berakhir begitu saja, melainkan dilanjutkan dengan sesi pertandingan hiburan (*fun match*) yang mempertemukan para juara dengan tamu undangan VIP, menutup seluruh rangkaian pesta olahraga kepemudaan tersebut dengan penuh kehangatan.

Tinggalkan Balasan