Tarunakota, Ponorogo – Karang Taruna Kabupaten Ponorogo mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam memajukan pembangunan daerah melalui partisipasi organisasi di tingkat akar rumput. Bertepatan dengan momentum Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) yang diperingati setiap 5 Mei, Ketua Karang Taruna Ponorogo, Sayid Asfari, menekankan pentingnya organisasi ini sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menjalankan fungsi-fungsi sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, Sayid mengungkapkan bahwa tantangan besar masih membentang di depan mata. Dari total 307 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Ponorogo, hingga saat ini tercatat baru sekitar 170-an desa yang telah membentuk maupun merevitalisasi kepengurusan Karang Taruna. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengurus kabupaten untuk terus mendorong percepatan pembentukan organisasi di desa-desa yang belum memiliki wadah resmi bagi pemuda.

Menurut Sayid, Karang Taruna memiliki peran strategis yang tidak hanya sekadar wadah berkumpulnya anak muda. Organisasi ini memegang tanggung jawab besar dalam menanggulangi berbagai permasalahan sosial di lingkungan masyarakat, mulai dari pendampingan masyarakat miskin hingga program rehabilitasi sosial. Kehadiran Karang Taruna di setiap desa dinilai akan sangat membantu pemerintah desa dalam menyentuh persoalan sosial yang sering kali tidak terjangkau secara administratif.

Selain fungsi sosial, Karang Taruna juga berfungsi sebagai laboratorium pengembangan potensi lokal. Pemuda diharapkan mampu mengeksplorasi dan mempromosikan keunggulan unik di wilayah masing-masing agar dikenal secara luas, yang pada akhirnya dapat menggerakkan roda ekonomi desa. Di sisi lain, organisasi ini juga menjadi kawah candradimuka bagi pembinaan kepemimpinan (leadership) bagi generasi penerus di Kabupaten Ponorogo.

Sayid mengajak seluruh elemen pemuda untuk mengisi ruang-ruang organisasi dengan kegiatan yang produktif dan positif. Dengan sinergi yang kuat, Karang Taruna diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan diri anggotanya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan lingkungan sekitar. “Mari kita jadikan Karang Taruna sebagai tempat yang positif untuk diri sendiri maupun masyarakat,” pungkasnya saat berbincang dengan media, Selasa (5/5/2026).