Tarunakota, Jambi – Dua jamaah calon haji asal Kota Jambi yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 13 terpaksa gagal diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Batam pada Rabu (6/5/2026). Kedua jamaah lanjut usia tersebut adalah Iramawaty Siregar Abdul Chatib Siregar (74) dan Samsuddin Buyung Kenek (84). Faktor kesehatan menjadi alasan utama tertundanya keberangkatan mereka untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Petugas Pendamping jamaah calon haji dari Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi, Rahmat Dwilki Akbar, menjelaskan bahwa Iramawaty gagal berangkat saat masih berada di Jambi. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, ia terdeteksi mengalami gejala demensia atau penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir logis yang signifikan. Kondisi ini dinilai tidak memungkinkan bagi jamaah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji secara mandiri maupun dengan pendampingan biasa.
Sementara itu, Samsuddin Buyung Kenek dinyatakan gagal berangkat sesaat setelah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. Saat ini, Samsuddin tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros Batam di bawah penanganan tim medis profesional. Pihak Kemenhaj Jambi masih menunggu hasil diagnosis akhir dari dokter dan sedang berkoordinasi untuk kedatangan pihak keluarga di Batam guna mendampingi proses pengobatan lebih lanjut.
Meski terdapat dua jamaah yang tertunda, jamaah calon haji Kloter BTH 13 lainnya tetap diterbangkan menuju Madinah (MED) tepat pada pukul 08.23 WIB. Total jamaah dan petugas yang berangkat berjumlah 441 orang, menggunakan pesawat berkode SV5417 / 9H-AZD. Dari jumlah tersebut, terdapat layanan khusus bagi 14 penumpang yang membutuhkan kursi roda (Wheelchair) guna memastikan kenyamanan jamaah selama perjalanan udara.
Pihak panitia penyelenggara ibadah haji telah mengamankan seluruh barang bawaan milik kedua jamaah yang gagal berangkat tersebut setelah berkoordinasi dengan pihak otoritas bandara. Kemenhaj Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kesehatan jamaah yang sedang dirawat di Batam serta memberikan informasi transparan kepada keluarga terkait kelanjutan status keberangkatan mereka di musim haji mendatang.

Tinggalkan Balasan