TarunaKota.com, Jambi – Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., terus mendorong peningkatan kualitas generasi muda agar mampu berpikir kritis, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut tercermin melalui keikutsertaan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., sebagai narasumber dalam kegiatan Parlemen Pelajar Provinsi Jambi Tahun 2026 yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Jambi di Gedung Diklat BKPSDMD Kota Jambi, Rabu (17/6/2026).

Mengusung tema “Suara Pelajar, Harapan Bangsa”, kegiatan yang berlangsung pada 15–17 Juni 2026 tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mempelajari proses demokrasi, mengasah kemampuan berargumentasi, serta memahami mekanisme penyampaian aspirasi masyarakat.

Puluhan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi mengikuti kegiatan tersebut dan terbagi dalam sembilan fraksi. Mereka mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang berasal dari lembaga legislatif dan pemerintahan.

Dalam pemaparannya bertajuk “Young Voices, Real Changes: Ketika Aspirasi Pemuda Menjadi Arah Pembangunan Kota”, Diza mengajak para peserta mengidentifikasi persoalan nyata di tengah masyarakat, mulai dari sampah, banjir, beasiswa, hingga kerusakan infrastruktur jalan.

Para peserta kemudian diminta menyampaikan hasil pembahasan fraksi masing-masing, mengemukakan aspirasi, serta menawarkan solusi yang didukung argumentasi dan data yang relevan.

Maulana Dorong Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami persoalan publik dan proses perumusan kebijakan.

Diza menjelaskan bahwa kebijakan yang baik tidak cukup hanya didasarkan pada isu yang ramai diperbincangkan. Diperlukan evaluasi menyeluruh, pengumpulan data, serta pemahaman langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

“Penyusunan kebijakan tidak boleh hanya berdasarkan isu yang berkembang. Harus turun langsung ke lapangan, melihat data, memahami kebutuhan masyarakat, dan melakukan evaluasi secara menyeluruh,” tutur Diza.

Menurutnya, proses penyusunan kebijakan harus diawali dengan menghimpun aspirasi masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan survei langsung ke lapangan.

Aspirasi tersebut selanjutnya perlu dikaji berdasarkan regulasi yang berlaku agar kebijakan yang dihasilkan memiliki landasan yang kuat, menyeluruh, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi para pelajar bahwa menyampaikan pendapat tidak cukup hanya dengan keberanian, tetapi juga harus disertai pemahaman persoalan, data yang akurat, dan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pelajar Diminta Tidak Bergantung pada Kecerdasan Buatan

Dalam kesempatan itu, Diza juga mengingatkan para peserta agar menggunakan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dan tidak menjadikannya sebagai satu-satunya sumber dalam membangun argumentasi.

“Jangan terlalu bergantung pada ChatGPT. Bangun argumentasi dengan landasan yang kuat dan relevan. Argumentasi yang berkualitas harus didukung oleh evaluasi yang mendalam, data yang akurat di lapangan, serta tingkat relevansi yang tinggi terhadap persoalan yang dibahas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan berpikir mandiri, menganalisis persoalan, dan menyampaikan pendapat berdasarkan fakta merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda.

Melalui simulasi parlemen tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga mampu mempraktikkan diskusi, menyampaikan kritik secara konstruktif, serta merumuskan solusi atas persoalan publik.

Pemuda Jadi Kunci Masa Depan Pembangunan

Diza turut menyoroti besarnya peran generasi muda dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Menurutnya, jumlah penduduk usia muda yang besar merupakan peluang sekaligus tantangan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda mampu menghadapi persaingan dan menciptakan peluang ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa masa depan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi muda yang mampu mencari pekerjaan, tetapi juga mereka yang berani berinovasi, membangun usaha, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Coba bayangkan jika tidak ada pengusaha baru atau kebijakan yang berpihak kepada generasi muda. Kalianlah yang nantinya akan membuka lapangan pekerjaan. Karena itu kualitas diri harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan menciptakan peluang,” katanya.

Pesan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat kapasitas generasi muda, termasuk melalui pengembangan keterampilan, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.

Program BALIKAT Buka Peluang Pengembangan Usaha

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, Pemerintah Kota Jambi menghadirkan program Balai Kerja Tematik (BALIKAT).

Program ini diarahkan untuk mendorong pengembangan industri ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki potensi dalam membangun usaha.

Diza menjelaskan, peserta yang memiliki potensi akan melalui proses seleksi, evaluasi, dan kurasi sebelum mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan serta memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Yang bisa kami lakukan adalah memberikan kesempatan yang sama. Peserta yang memiliki potensi akan kami bina, evaluasi, dan kurasi. Pada akhirnya mereka dapat memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan mewujudkan ide usaha menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Dukungan terhadap kewirausahaan diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Parlemen Pelajar Cetak Calon Pemimpin Masa Depan

Diza mengapresiasi penyelenggaraan Parlemen Pelajar Provinsi Jambi yang dinilainya memberikan pengalaman praktis bagi peserta untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi.

Ia memberikan kesempatan kepada setiap fraksi untuk menyampaikan pandangan, mempertahankan argumentasi, serta menawarkan solusi terhadap persoalan yang mereka pilih.

Menurutnya, proses diskusi dan perdebatan yang berlangsung menjadi bagian penting dalam melatih keberanian, kemampuan analisis, dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.

Para peserta diharapkan kelak mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat dan mampu memperjuangkan aspirasi secara bertanggung jawab.

Diza berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan belajar mengenai demokrasi dan kepemimpinan.

“Mudah-mudahan pelatihan ini memberikan manfaat, tidak hanya bagi peserta tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Semoga ke depan ada kegiatan lanjutan yang lebih masif dan melibatkan lebih banyak pelajar di Provinsi Jambi,” harapnya.

IPM Apresiasi Dukungan Pemerintah Kota Jambi

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Jambi, Muhammad Ade Tisna, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha atas dukungan terhadap penyelenggaraan Parlemen Pelajar.

Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan simulasi kepada pelajar mengenai peran dan tanggung jawab anggota legislatif.

Melalui proses tersebut, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai politik dan demokrasi sehingga tidak bersikap apatis terhadap persoalan publik.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Jambi yang telah berkenan hadir sebagai narasumber. Kegiatan ini kami inisiasi untuk mensimulasikan para pelajar menjadi anggota legislatif sehingga lima hingga sepuluh tahun mendatang mereka tidak apatis terhadap politik, melainkan mampu memahami dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan seperti IPM dinilai penting untuk memperluas ruang pembelajaran, partisipasi, serta pengembangan kepemimpinan generasi muda.

Wujudkan Kota Jambi Bahagia melalui Generasi Berkualitas

Peningkatan kualitas generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam membangun masa depan Kota Jambi.

Melalui penguatan keterampilan, pendidikan demokrasi, pengembangan kewirausahaan, dan ruang partisipasi publik, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza, upaya membangun Kota Jambi yang maju dan sejahtera membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelajar sebagai calon pemimpin masa depan.

Parlemen Pelajar Provinsi Jambi menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan keberanian berpendapat, kemampuan menyusun solusi, serta kesadaran bahwa pembangunan daerah membutuhkan gagasan yang kuat dan partisipasi nyata.

Dengan generasi muda yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab, cita-cita mewujudkan Kota Jambi Bahagia diharapkan dapat terus didorong melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.