TarunaKota.com, Bungo – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mempertegas komitmennya dalam mentransformasi dunia pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru dan penguatan karakter siswa di era digital. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Jambi, Maulana, usai mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Provinsi Jambi di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Senin (4/5/2026).

Maulana menyampaikan bahwa salah satu fokus utama Pemkot Jambi saat ini adalah menjamin profesionalitas tenaga pendidik. Hal ini dibuktikan dengan langkah masif pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Seluruh tenaga guru di Kota Jambi telah kami dorong menjadi PPPK. Ini adalah langkah konkret kami untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas mereka dalam mencetak generasi unggul,” ujar Maulana.

Selain aspek kesejahteraan, Maulana juga menyoroti pentingnya revitalisasi sarana pendidikan yang adaptif terhadap teknologi. Menurutnya, pembelajaran berbasis digital adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman, namun harus dibarengi dengan proteksi moral yang kuat.

Wali Kota Jambi ini menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga karakter anak agar tidak mudah tergerus arus informasi yang tidak sesuai dengan nilai bangsa.

“Kita ingin generasi muda yang cerdas secara digital, namun memiliki karakter yang kuat dan berintegritas,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jambi Al Haris dalam amanatnya menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat adalah kunci keberhasilan pembangunan SDM.

Acara tersebut juga diwarnai dengan momen apresiasi melalui pemberian penghargaan kepada Bilqis Sakinah, siswi berprestasi tingkat nasional di bidang tata kecantikan, yang menjadi simbol keberhasilan pendidikan inklusif di Jambi.

Melalui momentum Hardiknas ini, Pemkot Jambi berharap dapat terus menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Amel)