TarunaKota, Jambi – Penjabat (Pj) Bupati Sarolangun, H. Hurmin, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan Program Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat (TNI-AD) Tahun 2026 di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Program kemitraan ini dinilai menjadi bukti nyata dan konkret dari kokohnya sinergi antara institusi militer dengan pemerintah daerah. Kolaborasi terpadu ini diarahkan langsung untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus mendongkrak roda kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Menurut Hurmin, operasionalisasi kegiatan karya bakti yang diinisiasi oleh jajaran TNI-AD memberikan dampak positif yang masif dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Terutama bagi warga yang berdomisili di wilayah-wilayah pelosok yang menjadi sasaran utama program. “Kegiatan ini memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sarolangun mendukung penuh pelaksanaan program karya bakti karena selaras dengan upaya percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Hurmin.
Secara teknis, Program Karya Bakti Skala Besar TNI-AD Tahun 2026 di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung ini mencakup dua dimensi sasaran. Pada sasaran fisik, program difokuskan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, optimalisasi fasilitas umum (fasum), hingga program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga prasejahtera. Intervensi fisik ini diharapkan mampu memulihkan aksesibilitas dan pemenuhan kebutuhan hunian yang layak dan sehat bagi masyarakat sasaran.
Tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, akselerasi program kemanusiaan ini juga dirangkaikan dengan pemenuhan sasaran non-fisik berupa penyaluran bantuan sosial (bansos) secara masif. Paket bantuan berupa bahan pangan pokok penting (sembako) diserahkan secara langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang membutuhkan. Langkah ini diambil sebagai bantalan sosial dan bentuk kepedulian nyata dari prajurit TNI-AD dalam meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak kondisi global.
Atmosfer kemanunggalan dan kebersamaan yang kental tampak mewarnai seluruh rangkaian seremonial kegiatan. Seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sarolangun, jajaran perwira TNI-Polri, pejabat teras pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat tampak kompak mengikuti sesi foto bersama usai pelaksanaan upacara pembukaan resmi. Pelaksanaan karya bakti skala besar ini diharapkan tidak hanya menjadi program temporer, melainkan mampu memperkuat jembatan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan demi mendorong kemajuan daerah.

Tinggalkan Balasan