TarunaKota.com, Singkawang– Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memberikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) serta Panglima TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan “Sekolah Rakyat” di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Sinergitas lintas sektoral ini dinilai menjadi kunci krusial guna memastikan target penyelesaian seluruh konstruksi dapat rampung tepat waktu pada 20 Juni 2026 mendatang. Langkah akselerasi ini ditinjau langsung oleh Menteri PU saat memeriksa progres fisik proyek di Kota Singkawang, Kamis (28/5/2026).
Menteri Dody memaparkan bahwa pembangunan tiga klaster Sekolah Rakyat di Kalbar—yakni SR Kota Pontianak, SR Kota Singkawang, dan SR Pemprov Kalbar—memerlukan kolaborasi masif, terutama dalam aspek ketersediaan modal pendanaan serta serapan tenaga kerja di tengah waktu yang sangat terbatas. “Saya mengapresiasi dukungan Danantara, khususnya Pak Dony Oskaria, yang membantu mendorong dukungan pendanaan agar pekerjaan di lapangan bisa terus berjalan. Saya juga berterima kasih kepada Panglima TNI atas bantuan tenaga yang diberikan untuk mendukung percepatan,” ungkap Dody.
Berdasarkan data taktis per 27 Mei 2026, realisasi kumulatif pembangunan Sekolah Rakyat di Kalbar secara keseluruhan telah mencapai angka 45,95 persen. Secara rinci, progres fisik SR Kota Pontianak tercatat memimpin di posisi 48,35 persen, disusul SR Kota Singkawang sebesar 45 persen, dan SR Pemprov Kalbar yang berlokasi di Singkawang menyentuh 44,03 persen. Khusus untuk proyek SR Pemprov Kalbar, kompleks pendidikan modern ini berdiri di atas lahan seluas 6,31 hektare dengan nilai kontrak raksasa mencapai Rp223,89 miliar yang digarap oleh kontraktor KSO WIKA-CIPTA-WEGE.
Guna mengejar target operasi sebelum Tahun Ajaran Baru 2026/2027 dimulai, Kementerian PU menerapkan strategi penambahan kapasitas kerja secara ekstrem. Sebanyak 1.200 pekerja bangunan kini dikerahkan dengan sistem dua shift kerja siang-malam, didukung oleh pembangunan fasilitas batching plant onsite di dalam area proyek guna mempercepat suplai beton. Selain itu, armada alat berat seperti excavator, truck mixer, mobile crane, hingga concrete pump terus ditambah guna mengeliminasi potensi keterlambatan pemenuhan material di lapangan.
Di sisi lain, jalannya proyek strategis ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran pemerintah daerah setempat. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyatakan kesiapan penuh dari pihak pemerintah kota untuk mempermudah segala urusan perizinan serta penyediaan fasilitas pendukung di lapangan. Sebagai informasi nasional, proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini digagas sebagai program prioritas pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjadi instrumen jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui fasilitas edukasi yang layak dan modern.

Tinggalkan Balasan