TarunaKota.com, Jambi – Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan kerja langsung ke lapangan guna meninjau progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi. Proyek bebas hambatan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan untuk memperkuat konektivitas serta memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dalam peninjauan yang berpusat di area Jembatan Musi V tersebut, KSP mencatat progres konstruksi fisik untuk ruas Palembang–Betung kini telah menyentuh angka 82,24 persen, sedangkan untuk ruas kelanjutan Betung–Tempino–Jambi telah berada di posisi 58,34 persen.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan, koordinasi, serta penyediaan dukungan dari istana terhadap percepatan penyelesaian proyek interkoneksi di Pulau Sumatera. Selain melihat langsung dinamika konstruksi di area jembatan bentang panjang tersebut, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai wadah koordinasi lintas pemangku kepentingan (stakeholders). Fokus utama pertemuan ini mengarah pada pencarian solusi konkret atas berbagai tantangan di lapangan, terutama terkait akselerasi proses pengadaan dan pembebasan lahan warga yang dinilai masih menjadi faktor penentu optimalisasi pekerjaan fisik.

Deputi IV KSP, Fadjar Dwi Wishnuwardhani, menegaskan bahwa pihak KSP berkomitmen penuh untuk terus mengawal ketat setiap tahapan pembangunan tol penghubung dua provinsi kaya komoditas ini. “Kami akan mencatat dan melaporkan secara khusus kepada Kepala Staf Kepresidenan terkait perkembangan pembangunan maupun hambatan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan proyek ini,” ungkap Fadjar dalam siaran pers resmi, Senin (25/5/2026). Dirinya berharap hambatan administrasi dan ganti rugi tanah di lapangan dapat segera dikoordinasikan secara terpadu agar proyek selesai tepat waktu.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyambut baik dukungan pengawasan dari KSP tersebut. Hamdani membeberkan bahwa kehadiran koridor tol ini memiliki nilai urgensi tinggi, terutama untuk mengurai kepadatan volume kendaraan yang selama ini kerap memicu kemacetan parah di sepanjang jalan nasional lintas timur eksisting. Melalui konektivitas tol yang mumpuni, efisiensi waktu tempuh masyarakat dapat dipangkas secara signifikan sekaligus menjamin kelancaran arus rantai pasok logistik antardaerah.

Hutama Karya selaku badan usaha jalan tol (BUJT) berkomitmen untuk merampungkan pembangunan JTTS ini secara bertahap tanpa mengurangi standar kualitas, keselamatan kerja (K3), serta tata kelola perusahaan yang bersih. Ke depan, operasionalisasi penuh Tol Palembang–Betung–Tempino–Jambi diharapkan tidak sekadar menjadi jalur transportasi publik belaka. Infrastruktur megah ini ditargetkan mampu menjadi stimulus utama dalam memantik lahirnya kawasan pertumbuhan ekonomi baru (economic hub) di sekitar koridor tol, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.