Tarunakota, Jakarta – Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menyuarakan kekhawatiran terkait adanya upaya sistematis yang bertujuan melemahkan TNI sebagai pilar utama pertahanan negara. Dalam keterangannya di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (22/4/2026), Presidium BRCT, Muh. Ihsanudin Idi, menegaskan bahwa penggiringan opini negatif untuk mendiskreditkan institusi militer bukan lagi sekadar kritik biasa, melainkan ancaman nyata terhadap kedaulatan negara. Pihaknya menyatakan tidak akan tinggal diam melihat adanya upaya merusak kepercayaan publik terhadap aparat negara.

Ihsanudin menilai bahwa serangan narasi terhadap TNI saat ini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan sudah terencana dan terorganisir. Menurutnya, pola-pola yang berulang ini sengaja diciptakan untuk menciptakan keraguan di tengah masyarakat terhadap kredibilitas TNI. “Apa yang disampaikan untuk mendiskreditkan TNI merupakan pola yang terorganisir untuk merusak kepercayaan publik. Kami menolak keras segala bentuk rongrongan tersebut,” tegas Ihsanudin dalam orasinya.

Lebih lanjut, BRCT juga memberikan peringatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) agar tetap konsisten berdiri di garis konstitusi. Ihsanudin mengingatkan agar lembaga yudikatif tersebut tidak menjadi pintu masuk bagi kepentingan kelompok tertentu yang dapat melemahkan institusi negara. Menurutnya, MK harus menjadi benteng hukum yang menjaga stabilitas nasional dan bukan menjadi ruang kompromi bagi agenda-agenda politik yang dapat mengganggu ketahanan pertahanan negara.

Dalam kesempatan tersebut, BRCT mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga marwah TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan. Ihsanudin menekankan bahwa menjaga kehormatan TNI merupakan tanggung jawab kolektif seluruh anak bangsa, karena posisi TNI sangat krusial dalam menjaga keutuhan NKRI. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi-narasi menyesatkan yang berpotensi memecah belah sinergi antara rakyat dan militer.

Sebagai penutup, aksi ini menjadi sinyal dukungan moral dari elemen masyarakat sipil terhadap keberadaan institusi TNI. BRCT berharap stabilitas nasional tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika hukum dan politik yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi. “Jangan biarkan institusi yang menjaga negeri ini justru dilemahkan oleh narasi yang menyesatkan. Ini saatnya kita berdiri dan melawan segala bentuk pelemahan tersebut,” pungkas Ihsanudin menutup pernyataannya.