Tarunakota, Jambi – Polda Jambi menggelar pemeriksaan kesehatan tahap I bagi calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Asrama Haji Jambi, Kamis (09/04/2026). Kegiatan krusial ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. B. Ali, dengan didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jambi. Pemeriksaan ini merupakan langkah awal untuk memastikan setiap calon perwira memiliki kondisi fisik yang prima sebelum melangkah ke tahapan seleksi berikutnya.

Fokus utama pada pemeriksaan kesehatan tahap awal ini meliputi pemeriksaan fisik luar secara mendalam, mulai dari postur tubuh, kondisi kesehatan umum, hingga fungsi organ luar para peserta. Tim medis yang diterjunkan bekerja secara teliti untuk menentukan status peserta, apakah Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Melalui parameter yang ketat, seleksi ini diharapkan mampu menjaring talenta-talenta yang sehat secara jasmani demi menunjang pendidikan kepolisian yang berat.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji, menegaskan bahwa kualitas calon anggota Polri sangat ditentukan sejak tahap awal pemeriksaan seperti ini. Integritas proses seleksi menjadi harga mati guna melahirkan personel yang profesional di masa depan. “Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi penerimaan Taruna Akpol,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji di lokasi kegiatan.

Polda Jambi juga menjamin bahwa seluruh rangkaian seleksi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan fungsi pengawasan yang ketat. Penerapan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) menjadi pedoman utama agar tidak ada celah bagi praktik kecurangan. “Kami memastikan seluruh proses berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip BETAH, sehingga menghasilkan calon-calon perwira Polri yang unggul, sehat, dan berintegritas,” tambahnya lagi.

Menutup keterangannya, Kombes Pol. Erlan Munaji menekankan komitmen Polda Jambi dalam memberikan perlakuan yang sama bagi seluruh peserta tanpa adanya intervensi pihak manapun. Semua penilaian didasarkan sepenuhnya pada hasil pemeriksaan medis objektif yang dilakukan oleh tim ahli. “Dengan pengawasan yang ketat serta keterlibatan berbagai fungsi terkait, kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama dan penilaian yang objektif berdasarkan kemampuan dan kondisi masing-masing,” tutupnya.