TARUNAKOTA, SERANG – Isak tangis haru pecah saat Caderra Pasqy Naiga Prasasty kembali ke pelukan ibunya, Repelitawati, setelah delapan bulan disekap sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Prey Veng, Kamboja. Pemuda asal Kota Serang ini berhasil selamat setelah melakukan pelarian nekat dengan berjalan kaki sejauh 125 kilometer menuju KBRI di Phnom Penh.

Caderra mengaku awalnya dijanjikan bekerja di sebuah rumah makan di Vietnam. Namun, ia justru diselundupkan ke Kamboja dan dipaksa menjadi scammer daring. Selama penyekapan, ia mengalami siksaan fisik dan penyetruman jika tidak mencapai target, bahkan dirinya sempat “dijual” antarperusahaan senilai 3.500 Dolar AS.

“Kami jalan kaki 23 jam penuh dari malam ketemu malam lagi demi sampai ke KBRI. Kalau tidak kabur, kami disetrum lagi,” kenang Caderra lirih.

Kepulangan Caderra tak lepas dari aksi cepat Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Mendengar warganya terhimpit biaya tiket dan denda overstay, Budi langsung merogoh kocek pribadi untuk memulangkan Caderra sebelum Lebaran. Pemkot Serang juga berkomitmen mencarikan pekerjaan layak bagi Caderra agar tragedi serupa tidak terulang kembali.