Tarunakota, Jambi – Kematian Dedi Putra (39), warga Kasang Kumpeh, Muaro Jambi, kini menjadi atensi serius Polda Jambi. Polisi mulai menerapkan metode scientific crime investigation guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa yang terjadi pada 19 Maret 2026 lalu, yang awalnya sempat disebut sebagai kecelakaan murni.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan bahwa bukti-bukti kini tengah diperiksa secara mendalam di Laboratorium Forensik. “Penyidik harus betul-betul teliti, terutama dalam pembuktiannya,” ujar Erlan, Kamis (26/03/2026).
Di sisi lain, keluarga korban melalui sang kakak, Dewi Yulianti, terus menyuarakan sederet kejanggalan. Hasil ekshumasi (bongkar makam) menunjukkan adanya luka hantaman benda tumpul di kepala dan lebam di mata, padahal motor dan helm korban tidak mengalami kerusakan layaknya kecelakaan lalu lintas.
Keluarga juga mempertanyakan perbedaan identifikasi jenis motor dalam rekaman CCTV serta hilangnya data digital pada ponsel korban secara misterius. “Ini bentuk perjuangan saya mencari keadilan. Adik saya dibunuh, bukan kecelakaan,” tegas Dewi saat melakukan aksi di depan Mapolda Jambi.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kejelasan pasti dari Ditreskrimum Polda Jambi terkait hasil penyelidikan terbaru dan identitas pemilik motor misterius yang terekam dalam CCTV tersebut.

Tinggalkan Balasan