Tarunakota, 26 Maret 2026, Jakarta – Indonesia bersiap mengambil peran sentral dalam stabilisasi perdamaian di Timur Tengah. Sebanyak 5.000 prajurit TNI dijadwalkan bertolak ke Jalur Gaza pada 1 Mei 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Langkah besar ini merupakan implementasi tahap kedua dari misi internasional untuk memulihkan keamanan dan kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.
Pasukan TNI akan bergabung bersama personel dari Maroko, Kazakhstan, Albania, dan Kosovo. Fokus awal operasi akan dipusatkan di wilayah Rafah, Gaza Selatan, guna mengawal proses rekonstruksi infrastruktur sipil yang didukung dana Uni Emirat Arab.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keterlibatan militer ini tetap menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan Palestina. Indonesia berkomitmen memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar dan pengawasan senjata dilakukan secara adil.
“Indonesia tidak akan ragu keluar dari Dewan Perdamaian jika badan tersebut tidak sejalan dengan tujuan kemerdekaan Palestina,” tegas Presiden Prabowo, menunjukkan posisi diplomasi Indonesia yang tetap teguh pada prinsip kedaulatan.
Misi ini menjadi krusial mengingat kebutuhan dana rekonstruksi Gaza mencapai sedikitnya 70 miliar dolar AS pasca-konflik berkepanjangan. Kehadiran TNI diharapkan menjadi penjamin keamanan agar bantuan internasional tepat sasaran dan proses pembangunan kembali 90 persen infrastruktur yang rusak dapat berjalan tanpa hambatan.

Tinggalkan Balasan