TarunaKota, Bekasi – Aksi unjuk rasa yang digelar Karang Taruna Unit 05 Kelurahan Jatimulya di depan gerbang PT Karya Bahana Unigam (KBU), Tambun Selatan, sempat memanas pada Kamis (12/2/2026). Massa sempat melakukan blokade pintu masuk yang mengakibatkan aktivitas keluar-masuk kendaraan operasional perusahaan terhenti.
Puluhan pemuda yang berkumpul sejak pagi menuntut adanya keterbukaan pihak perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan pemuda setempat, terutama dalam sektor pengelolaan limbah industri yang bernilai ekonomis.
Tuntutan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa keberadaan industri di wilayah mereka seharusnya memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga sekitar, khususnya dalam membuka peluang usaha.
“Pada dasarnya aksi ini murni tuntutan agar Karang Taruna dapat dilibatkan dalam pengelolaan limbah industri, sehingga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ujar salah satu orator, Darso, Kamis (12/2/2026).
Darso menambahkan bahwa mediasi menjadi jalan keluar yang diinginkan massa agar aspirasi mereka didengar langsung oleh jajaran manajemen.
“Kami ingin mediasi. Aksi ini kami lakukan secara damai dan tertib,” tegasnya.
Pendekatan Persuasif dan Mediasi
Merespons situasi yang sempat tegang akibat penutupan akses gerbang utama, aparat kepolisian yang berjaga segera melakukan pendekatan persuasif. Polisi meminta massa untuk membuka blokade guna memastikan keamanan dan ketertiban di kawasan industri tersebut tetap terjaga.
Setelah dilakukan proses mediasi singkat yang difasilitasi kepolisian, massa akhirnya bersedia membuka kembali akses gerbang. Aktivitas perusahaan pun perlahan kembali berjalan normal.
Hingga saat ini, pihak manajemen PT KBU belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan kerja sama pengelolaan limbah yang diajukan oleh kelompok pemuda tersebut. Situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif dengan pengawasan dari aparat keamanan setempat.

Tinggalkan Balasan