TarunaKota, Muara Sabak, 9 Februari 2026 – Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur (Kejari Tanjabtim) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang sadar hukum. Melalui program unggulan “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS), korps Adhyaksa ini turun langsung ke tengah pelajar untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjabtim, Rahmad Abdul, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai etika dan kedisiplinan sejak dini. Fokus utama kegiatan kali ini menyasar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, salah satunya SMPN 17 Tanjabtim.
Edukasi Anti-Kekerasan dan Perundungan
Dalam pemaparannya, tim Kejari menitikberatkan pada isu perundungan (bullying) antarpelajar yang kerap menjadi persoalan krusial di sekolah. Selain itu, para siswa dibekali pemahaman mengenai tata tertib sekolah serta batasan hak dan kewajiban antara guru dan murid.
Rahmad Abdul menegaskan pentingnya penguatan kesadaran hukum ini agar tercipta suasana belajar yang kondusif.
“Program Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan bentuk penguatan untuk membangun kesadaran hukum sejak dini,” tegas Rahmad Abdul.
Ia juga menambahkan bahwa peran guru sangat vital sebagai pembimbing yang bekerja atas dasar kode etik profesi. Sementara itu, pelajar diharapkan mematuhi aturan agar mendapatkan hak pendidikan yang layak dan bermartabat.
Utamakan Pendekatan Dialogis
Kejari Tanjabtim menyarankan agar setiap persoalan yang muncul di sekolah diselesaikan melalui mekanisme dialog. Hal ini bertujuan agar konflik internal tidak berujung pada permasalahan hukum yang lebih berat.
“Penyelesaian harus dilakukan melalui mekanisme yang tepat dan pendekatan dialogis agar masalah tidak berkembang menjadi masalah hukum yang lebih kompleks,” tambah Rahmad.
Apresiasi Pihak Sekolah
Langkah preventif Kejari ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMPN 17 Tanjabtim, Hasnah, menyampaikan apresiasinya atas materi hukum yang diberikan secara langsung oleh para jaksa.
“Kegiatan ini sangat penting dalam memberikan pemahaman hukum kepada siswa sejak dini, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar Hasnah.
Melalui program ini, diharapkan para pelajar di Tanjung Jabung Timur tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi warga negara yang patuh hukum dan memiliki integritas tinggi.

Tinggalkan Balasan