TarunaKota, Aceh Tamiang – Di tengah tugas penanganan bencana di Provinsi Aceh, sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan aksi penyelamatan dramatis. Mereka berhasil mengevakuasi Haikal (15), seorang remaja yang terseret arus Sungai Tamiang sejauh 20 meter setelah terpeleset saat bermain di tepi sungai.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, saat tujuh Taruna Akpol sedang bersiap melakukan agenda trauma healing dan bakti sosial di Masjid Al-Ikhsan Kuala Simpang.

Penyelamatan Cepat di Tengah Arus Keruh

Mendengar teriakan warga, para taruna tersebut langsung bereaksi cepat menembus arus sungai yang keruh. Ketujuh taruna tersebut adalah Brigtar Muhammad Fahir, Brigtar Jason Moreno Nanggal Hutagalung, Brigtar Davindra Nur Oktafansyah, Brigtar Tribrata Putra Sambo, Brigtar Muhammad Raihan Aprilianto, Brigtar Dino Surya Wijaya, dan Brigtar Boni Arga Sihombing.

Danyon Taruna TK 3 Akpol, AKBP Evon Fitrianto, memberikan konfirmasi mengenai detil penyelamatan tersebut pada Minggu (1/2/2026).

“Dengan sigap, Taruna Akademi Kepolisian mengevakuasi korban ke daratan untuk memberi pertolongan pertama hingga si korban berhasil memuntahkan air cokelat Sungai Tamiang yang tertelan. Korban katanya kepeleset lagi main,” jelas Evon Fitrianto.

Menjaga Kesadaran Korban dan Cegah Hipotermia

Setelah ditarik ke darat, Haikal segera dibawa menuju Posko Medis Biddokes Polda Aceh. Selama perjalanan, para taruna bekerja keras memastikan korban tidak kehilangan kesadaran karena kondisi fisiknya yang terus melemah.

“Beberapa kali Haikal hampir tidak sadarkan diri kembali, namun Taruna Akademi Kepolisian berusaha untuk menjaga saudara Haikal tetap sadar,” ujar Evon.

Setibanya di posko medis, para taruna juga membantu proses penanganan awal sebelum korban dirujuk ke rumah sakit guna menghindari risiko kedinginan ekstrem.

“Kami bantu melepaskan bajunya yang basah diganti dengan selimut hangat mencegah hipotermia hingga menunggu ambulans datang, untuk dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tamiang guna diberikan penanganan lebih lanjut,” tambah Evon.

Saat ambulans tiba, tiga taruna tetap mendampingi Haikal ke rumah sakit, sementara empat lainnya bertahan untuk menenangkan dan berkomunikasi dengan keluarga korban hingga proses di IGD Rumah Sakit Umum Tamiang selesai.